Apa Itu Digital Analyst
Digital Analyst adalah profesional yang bertanggung jawab menerjemahkan data aktivitas digital menjadi insight yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis. Peran ini berada di titik temu antara marketing, product, dan manajemen, dengan fokus utama pada pengukuran performa dan optimalisasi berbasis data.
Digital Analyst bukan sekadar “orang data” yang membuat dashboard. Mereka memastikan bahwa setiap aktivitas digital. Mulai dari kampanye iklan, traffic website, hingga perilaku pengguna dalam funnel. Terukur dengan benar dan terhubung dengan tujuan bisnis seperti revenue, customer acquisition cost, dan retention. Tanpa peran ini, keputusan marketing sering kali hanya berbasis asumsi.
Tanggung Jawab Utama Digital Analyst
Perencanaan Strategi
Digital Analyst terlibat dalam merancang measurement framework sebelum kampanye atau inisiatif digital dijalankan. Mereka menentukan KPI utama, mendefinisikan metrik turunan, serta memastikan setiap channel memiliki indikator performa yang selaras dengan target bisnis.
- Menyusun KPI berdasarkan objective bisnis (awareness, acquisition, retention, revenue).
- Membuat measurement plan dan tracking blueprint.
- Menentukan struktur reporting untuk stakeholder.
- Mengidentifikasi area funnel yang paling berdampak terhadap pertumbuhan.
Eksekusi & Optimasi
Dalam fase eksekusi, Digital Analyst memastikan data yang dikumpulkan valid dan dapat diandalkan. Mereka memonitor performa campaign, menganalisis anomali, serta memberikan rekomendasi berbasis data untuk meningkatkan efektivitas channel.
- Monitoring performa harian/mingguan campaign digital.
- Mengidentifikasi bottleneck dalam conversion funnel.
- Memberikan insight untuk optimasi budget allocation.
- Berkolaborasi dengan tim ads, SEO, CRM, dan product.
Technical / System Responsibility
Digital Analyst memiliki tanggung jawab teknis terkait implementasi tracking dan integrasi data. Mereka memastikan data dari berbagai sumber (website, ads platform, CRM, aplikasi) terkonsolidasi secara akurat.
- Implementasi dan audit tracking (event, conversion, tagging).
- Validasi akurasi data analytics tools.
- Mengelola data pipeline sederhana atau berkolaborasi dengan data engineer.
- Menjaga konsistensi definisi metrik antar departemen.
Analisis & Pelaporan
Output utama Digital Analyst adalah insight yang dapat ditindaklanjuti. Bukan sekadar angka, tetapi interpretasi yang mengarah pada keputusan strategis.
- Membuat dashboard eksekutif untuk manajemen.
- Menyusun analisis cohort, attribution, dan funnel.
- Menyampaikan insight berbasis data dalam bentuk presentasi bisnis.
- Mengevaluasi ROI dan efektivitas channel marketing.
Skill yang Wajib Dimiliki
Hard Skill
- Web & marketing analytics (Google Analytics, event tracking, funnel analysis).
- Data visualization dan dashboarding.
- Dasar SQL untuk querying data.
- Pemahaman statistik dasar dan eksperimen (A/B testing).
- Pemahaman digital marketing channel dan metriknya.
Soft Skill
- Berpikir analitis dan sistematis.
- Kemampuan storytelling berbasis data.
- Ketelitian tinggi terhadap detail dan validasi data.
- Komunikasi lintas tim.
- Problem solving berbasis hipotesis.
Tools yang Umum Digunakan
Tools dalam peran Digital Analyst berfungsi sebagai sistem pendukung keputusan, bukan sekadar alat visualisasi. Pemilihan tools biasanya bergantung pada kompleksitas bisnis dan volume data.
- Web Analytics: Google Analytics, Adobe Analytics.
- Tag Management: Google Tag Manager.
- Data Visualization: Looker Studio, Tableau, Power BI.
- Query & Data: SQL, BigQuery.
- Experimentation: Optimizely, VWO.
Jenjang Karier Digital Analyst
Pertumbuhan karier Digital Analyst tidak hanya ditandai oleh perubahan jabatan, tetapi oleh kompleksitas analisis dan pengaruh terhadap keputusan bisnis.
- Junior Digital Analyst: fokus pada reporting dan validasi data.
- Digital Analyst: mulai terlibat dalam perencanaan measurement dan insight strategis.
- Senior Digital Analyst: memimpin framework analytics dan eksperimen lintas channel.
- Analytics Lead / Head of Analytics: mengelola strategi data dan mendukung keputusan level manajemen.
Gaji dan Faktor Penentunya
Gaji Digital Analyst di Indonesia sangat dipengaruhi oleh industri, kompleksitas bisnis, dan kemampuan teknis. Secara umum:
- Entry-level: Rp5–8 juta per bulan.
- Mid-level: Rp8–15 juta per bulan.
- Senior-level: Rp15–25 juta per bulan atau lebih, tergantung skala perusahaan.
Faktor utama penentu gaji meliputi kemampuan SQL dan data modeling, pengalaman eksperimen A/B testing, pemahaman attribution model, serta kemampuan menjembatani data dengan strategi bisnis.
Cara Memulai Karier sebagai Digital Analyst
Memulai karier sebagai Digital Analyst membutuhkan kombinasi pemahaman marketing dan kemampuan analisis data. Berikut pendekatan yang realistis:
- Pelajari dasar web analytics dan cara kerja conversion funnel.
- Kuasai minimal satu tools analytics dan satu tools dashboarding.
- Belajar SQL dasar untuk querying data sederhana.
- Buat portfolio analisis berbasis studi kasus (bukan hanya sertifikat).
- Mulai dari posisi junior marketing yang memiliki exposure ke data.
Kesalahan Umum dalam Karier Digital Analyst
- Terlalu fokus pada visualisasi tanpa memahami konteks bisnis.
- Menghasilkan laporan rutin tanpa insight strategis.
- Tidak melakukan validasi data sebelum presentasi.
- Menggunakan metrik vanity sebagai indikator keberhasilan.
- Tidak memahami bagaimana data memengaruhi keputusan budget dan revenue.
Siapa yang Cocok dan Tidak Cocok dengan Peran Ini
Peran Digital Analyst cocok bagi individu yang nyaman bekerja dengan angka, memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap pola perilaku pengguna, serta mampu berpikir sistematis. Mereka yang menikmati proses investigasi berbasis data dan mampu berargumentasi dengan logika kuat akan berkembang di bidang ini.
Peran ini kurang cocok bagi individu yang tidak tertarik pada detail teknis, enggan bekerja dengan data mentah, atau lebih menyukai pekerjaan yang sepenuhnya kreatif tanpa analisis kuantitatif.
Penutup: Perspektif Jangka Panjang
Dalam era bisnis berbasis digital, peran Digital Analyst semakin strategis karena perusahaan bergantung pada data untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien. Profesional di bidang ini tidak hanya menjadi pendukung marketing, tetapi pengarah keputusan investasi digital.
Bagi mereka yang ingin membangun karier jangka panjang di bidang data dan strategi bisnis, Digital Analyst dapat menjadi fondasi yang kuat untuk berkembang ke arah data science, growth strategy, maupun kepemimpinan analytics di tingkat organisasi.