Digital Transformation
Acceptance Criteria
TL;DR: Acceptance criteria adalah kumpulan syarat terukur yang menentukan kapan sebuah fitur dianggap selesai dan layak diterima. Biasanya ditulis melengkapi user story, sehingga tim marketing dan developer punya definisi selesai yang sama sebelum coding dimulai.
Apa itu Acceptance Criteria?
Acceptance criteria adalah daftar kondisi spesifik yang harus dipenuhi agar sebuah fitur atau perubahan pada tech stack dianggap selesai. Kalau user story menjawab siapa butuh apa dan kenapa, acceptance criteria menjawab bagaimana tim tahu hasilnya sudah benar. Tanpa acceptance criteria, definisi selesai jadi bergantung pada interpretasi masing-masing orang, dan itu sumber utama revisi bolak-balik antara marketer dan developer.
Saat membangun modul baru untuk Atmo, platform LMS yang saya kembangkan, acceptance criteria yang ditulis jelas di awal membantu memangkas revisi karena tim desain, developer, dan pemilik produk sudah sepakat lebih dulu soal batasan fitur, bukan menebak-nebak setelah build selesai.
Contoh Format Acceptance Criteria
Format umum yang dipakai tim produk adalah Given-When-Then:
- Given pengguna sudah login dan berada di halaman checkout
- When pengguna menekan tombol Bayar
- Then sistem menampilkan konfirmasi pembayaran dalam waktu kurang dari 2 detik
Format ini bisa dipakai untuk fitur teknis maupun perubahan konten marketing, misalnya validasi bahwa CTA baru muncul di breakpoint mobile tanpa menutupi elemen lain.
Kenapa Penting?
Untuk marketer yang sering meminta perubahan ke tim developer, menulis acceptance criteria membuat permintaan lebih presisi dibanding sekadar minta dipercantik atau minta ditambah fitur. Developer jadi tahu persis kapan pekerjaan dianggap tuntas, dan marketer punya acuan objektif saat melakukan quality check sebelum rilis lewat changelog.
Pertanyaan Umum
Siapa yang menulis acceptance criteria?
Bisa product owner, marketer yang mengajukan kebutuhan, atau developer sendiri, tergantung struktur tim. Yang penting disepakati bersama sebelum development mulai, bukan diputuskan sepihak.
Apakah acceptance criteria sama dengan test case?
Berbeda tapi berkaitan erat. Acceptance criteria menentukan syarat selesai dari sudut pandang kebutuhan bisnis, sementara test case adalah langkah teknis QA untuk memverifikasi syarat itu terpenuhi.