Digital Marketing

AEO Prompt Share Decay

Vito Atmo
Vito Atmo·23 Mei 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: AEO Prompt Share Decay adalah laju penurunan persentase prompt AI Search yang menyitir konten brand kita relatif terhadap total prompt relevan di kategori yang sama. Metrik ini berguna untuk mendeteksi erosi otoritas konten di mata mesin AI sebelum berdampak ke traffic.

Apa itu AEO Prompt Share Decay?

AEO Prompt Share Decay mengukur seberapa cepat porsi sitasi brand kita di AI Search menurun dalam jendela waktu tertentu. Jika minggu pertama brand kita disitir di 30 persen prompt relevan dan minggu kedelapan turun ke 18 persen, maka decay rate-nya 40 persen dalam dua bulan. Konsep ini berdekatan dengan Share of Citation Decay tapi fokusnya pada level prompt individual, bukan agregat platform.

Cara Mengukur

KomponenDefinisi
BaselinePersentase prompt yang menyitir brand pada periode awal
CurrentPersentase prompt yang menyitir brand pada periode akhir
Decay Rate(Baseline minus Current) dibagi Baseline, dikali 100 persen
WindowUmumnya 30 atau 60 hari

Decay 15-25 persen per kuartal masih dalam rentang wajar. Di atas 30 persen menandakan ada gerusan otoritas yang serius.

Kenapa Penting?

Brand share di AI Search lebih volatil dibanding di SERP tradisional karena model AI sering me-refresh sumber rujukan. Dalam beberapa audit terakhir, saya melihat brand yang santai memantau decay akhirnya kehilangan separuh visibility AI dalam 4-6 bulan tanpa sadar penyebabnya. Pengukuran rutin membantu marketer mengidentifikasi penyebab decay, apakah karena konten kompetitor lebih segar, evidence stack lemah, atau perubahan algoritma retrieval.

Pertanyaan Umum

Bagaimana cara mengukur tanpa tool mahal?

Ambil 30 prompt representatif dari kategori bisnis, jalankan setiap 30 hari di ChatGPT, Perplexity, Google AI Overview. Catat berapa kali brand disitir, hitung persentasenya, bandingkan periode.

Berapa decay rate yang dianggap normal?

Berdasarkan praktik standar di industri, 10-20 persen decay per kuartal masih sehat. Di atas 25 persen perlu intervensi konten dan evidence stack.

Bagikan