Digital Marketing
AEO Snippet Evidence Half-Life
TL;DR: AEO Snippet Evidence Half-Life adalah jumlah hari sampai separuh sitasi awal sebuah snippet hilang dari hasil AI Search akibat refresh model atau pelapukan otoritas. Konten pilar B2B Indonesia biasanya punya half-life di rentang 60 sampai 120 hari.
Apa itu AEO Snippet Evidence Half-Life?
AEO Snippet Evidence Half-Life meminjam konsep waktu paruh dari fisika untuk konteks AI Search. Setiap snippet yang dikutip oleh model akan kehilangan kekuatan sitasi seiring waktu, terutama saat model di-refresh. Half-life mengukur seberapa cepat erosi itu terjadi.
Half-life pendek (di bawah 30 hari) menandakan konten sangat tergantung tren atau lemah dari sisi otoritas. Half-life panjang menandakan konten punya AEO Snippet Trust Recall Rate yang kuat dan tahan refresh.
Cara Mengukur
Lacak jumlah sitasi sebuah snippet di minggu pertama setelah publish. Lacak lagi di interval 30 hari. Hitung kapan sitasi turun ke 50 persen baseline.
| Half-life | Interpretasi |
|---|---|
| < 30 hari | Tren-driven, butuh refresh agresif |
| 60 sampai 120 hari | Sehat untuk pilar B2B |
| > 180 hari | Sangat tahan, layak jadi anchor pilar |
Kenapa Penting?
Marketer Indonesia sering menulis konten satu kali lalu pindah ke topik lain. Tanpa pemahaman half-life, sulit menentukan kapan harus refresh. Dengan metrik ini, jadwal Content Refresh Cadence bisa diatur lebih presisi, dan budget produksi tidak boros.
Pertanyaan Umum
Apa beda dengan Content Decay Map?
Content Decay Map memetakan trafik organik yang menurun di Google. Half-life fokus pada erosi sitasi di AI Search. Keduanya saling melengkapi.
Bisakah half-life diperpanjang?
Bisa. Tambah trust anchor, perbarui tanggal eksplisit, dan jaga AEO Corpus Freshness Window di rentang 14 sampai 30 hari.
Istilah Terkait