Digital Transformation

AMP (Accelerated Mobile Pages)

Vito Atmo
Vito Atmo·29 Juni 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: AMP (Accelerated Mobile Pages) adalah kerangka HTML terbatas dari Google yang dirancang agar halaman mobile dimuat sangat cepat. Sejak 2021, AMP bukan lagi syarat untuk fitur seperti Top Stories, dan fokus Google bergeser ke Core Web Vitals. AMP kini lebih merupakan pilihan, bukan keharusan.

Apa itu AMP?

AMP adalah standar open source yang membatasi HTML, CSS, dan JavaScript agar halaman dapat dimuat hampir instan di perangkat mobile. Caranya dengan menghilangkan elemen yang memperlambat render dan menyajikan versi yang sudah di-cache. AMP populer pada pertengahan 2010-an ketika kecepatan mobile menjadi masalah besar, dan menjadi pintu masuk ke beberapa fitur SERP saat itu.

Seiring matangnya metrik pengalaman halaman, peran AMP menurun. Hari ini, banyak tim memilih mengejar performa lewat optimasi langsung seperti lazy loading dan memenuhi ambang Core Web Vitals, alih-alih mengelola dua versi halaman.

AMP vs Pendekatan Modern

AspekAMPOptimasi Core Web Vitals
Fleksibilitas desainTerbatasPenuh
PemeliharaanDua versi halamanSatu versi
Status di GoogleOpsional sejak 2021Faktor peringkat aktif

Dari pengalaman menangani performa di beberapa proyek, framework modern seperti Next.js sudah memungkinkan kecepatan setara AMP tanpa batasannya, sehingga AMP jarang diperlukan untuk proyek baru. Kecepatan ini juga membantu peringkat lewat mobile-first indexing.

Kenapa Masih Perlu Tahu?

Banyak website lama di Indonesia masih memakai AMP, dan memahami trade-off-nya penting saat memutuskan migrasi. Acuan status resmi dapat dilihat di pengumuman Google soal page experience.

Pertanyaan Umum

Apakah AMP masih wajib untuk SEO?

Tidak. Sejak 2021 AMP tidak lagi menjadi syarat fitur seperti Top Stories. Yang dinilai sekarang adalah pengalaman halaman secara umum, termasuk Core Web Vitals.

Apakah perlu menghapus AMP yang sudah ada?

Tidak selalu, tetapi jika memelihara dua versi terasa berat dan situs utama sudah cepat, banyak tim memilih menyederhanakan ke satu versi.

Bagikan