Digital Transformation
Chargeback
TL;DR: Chargeback adalah pembatalan transaksi yang dipicu oleh pemegang kartu lewat bank penerbit, bukan oleh merchant. Prosesnya sering dipakai saat pembeli merasa ditipu atau tidak mengenali transaksi, dan bisa merugikan toko online kalau tidak dikelola dengan bukti pengiriman yang lengkap.
Apa itu Chargeback?
Chargeback terjadi saat pemegang kartu menghubungi bank penerbitnya untuk membatalkan sebuah transaksi, biasanya karena merasa tidak melakukan pembelian itu, barang tidak sampai, atau tidak sesuai deskripsi. Bank penerbit lalu menarik kembali dana dari rekening merchant lewat proses settlement yang sudah berjalan sebelumnya.
Chargeback vs Refund
| Aspek | Chargeback | Refund |
|---|---|---|
| Yang mengajukan | Pemegang kartu ke bank | Pembeli ke merchant langsung |
| Yang memutuskan | Bank penerbit | Merchant |
| Biaya tambahan | Ada, dibebankan ke merchant | Umumnya tidak ada |
| Dampak reputasi | Bisa memicu penalti dari payment gateway | Netral kalau kebijakan jelas |
Kenapa Penting?
Toko online dengan rasio chargeback tinggi berisiko dikenai denda tambahan, bahkan diputus kerja sama oleh payment gateway. Dalam beberapa proyek e-commerce yang saya tangani, langkah paling efektif menekan chargeback adalah menyimpan bukti pengiriman seperti nomor resi dan foto packing, serta membuat kebijakan refund yang jelas di halaman checkout supaya pembeli memilih refund resmi ketimbang langsung chargeback ke bank.
Pertanyaan Umum
Apakah merchant bisa menolak chargeback?
Bisa, lewat proses representment dengan menyertakan bukti seperti resi pengiriman dan riwayat komunikasi dengan pembeli, tapi keputusan akhir tetap di tangan bank penerbit.
Berapa lama proses chargeback biasanya selesai?
Umumnya 30-90 hari tergantung kebijakan bank dan kompleksitas kasus, bisa lebih lama kalau merchant mengajukan representment.
Istilah Terkait