Digital Marketing

Disavow Tool

Vito Atmo
Vito Atmo·1 Juni 2026·3 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Disavow Tool adalah fitur di Google Search Console yang memungkinkan pemilik situs memberitahu Google untuk tidak memperhitungkan backlink tertentu dalam penilaian peringkat. Per April 2026, Google menyarankan tool ini hanya dipakai dalam kasus penalti manual atau serangan negative SEO masif, bukan sebagai praktik rutin.

Apa itu Disavow Tool?

Disavow Tool adalah formulir upload file .txt di Google Search Console yang berisi daftar URL atau domain yang ingin Anda nyatakan tidak terkait dengan situs Anda. Setelah diupload, Google akan memperlakukan link tersebut seolah-olah memiliki atribut nofollow saat menilai profil backlink Anda.

Analoginya, disavow adalah cara mengatakan ke Google: "link ini bukan saya yang pasang, jangan dihitung". Tool ini penting karena profil backlink yang penuh spam bisa memicu algorithmic penalty.

Kapan Pakai Disavow Tool

SkenarioApakah Pakai Disavow
Penalti manual karena unnatural linksYa, wajib
Serangan negative SEO masifYa, setelah audit
Backlink alami dari situs kecilTidak
Link dari forum tanpa konteksTidak (Google sudah bisa filter)
Backlink dari situs spam toxicPertimbangkan

Dokumentasi resmi tersedia di Google Search Central.

Kenapa Penting?

Untuk marketer Indonesia, disavow relevan dalam dua situasi: pertama, situs UMKM yang pernah pakai jasa SEO murah yang menggunakan PBN atau link farm; kedua, situs yang dapat serangan negative SEO dari kompetitor. Dari pengalaman menangani audit backlink klien, dalam 7 tahun terakhir saya hanya merekomendasikan disavow 2-3 kali, karena Google sekarang sudah baik dalam mengabaikan link berkualitas rendah secara otomatis.

Pertanyaan Umum

Tidak. Sejak 2020, Google semakin baik mengabaikan link toxic secara otomatis. Gunakan disavow hanya jika ada penalti manual atau pola serangan yang jelas.

Berapa lama efek disavow terlihat?

Umumnya 4-8 minggu setelah upload, tergantung frekuensi re-crawl Google ke link yang Anda disavow.

Bagikan