Digital Transformation
Field Data vs Lab Data
TL;DR: Field data adalah data performa dari pengguna sungguhan (lewat CrUX), sementara lab data berasal dari pengujian simulasi seperti Lighthouse. Untuk penilaian Core Web Vitals dan ranking, Google memakai field data, bukan lab data.
Apa itu Field Data vs Lab Data?
Lab data adalah hasil pengukuran performa website di lingkungan terkontrol: satu perangkat, jaringan disimulasikan, satu kali jalan. Tools seperti Lighthouse menghasilkan lab data. Field data adalah pengalaman performa dari pengguna nyata yang beragam perangkat dan koneksinya, dikumpulkan lewat CrUX Report.
Analoginya, lab data seperti menguji mobil di sirkuit mulus, sedangkan field data adalah catatan perjalanan ribuan mobil di jalanan asli. Keduanya berguna, tapi mengukur kondisi yang berbeda.
Kapan Pakai yang Mana
| Kebutuhan | Gunakan |
|---|---|
| Debugging dan bandingkan sebelum-sesudah | Lab data (Lighthouse) |
| Menilai pengalaman pengguna nyata | Field data (CrUX) |
| Memprediksi sinyal ranking Google | Field data |
Kenapa Penting?
Banyak pemilik website Indonesia merasa situsnya cepat karena skor lab hijau, padahal pengguna dengan ponsel kelas menengah merasakan hal berbeda. Memahami bahwa Google menilai dari field data membantu Anda fokus memperbaiki yang benar-benar dirasakan pengunjung. Konsep ini terkait erat dengan LCP Element dan pemantauan pengguna nyata.
Pertanyaan Umum
Kenapa skor Lighthouse bagus tapi Search Console jelek?
Karena keduanya jenis data berbeda. Lighthouse adalah lab data, Search Console melaporkan field data dari CrUX yang menentukan penilaian Google.
Apakah lab data tidak berguna?
Berguna untuk diagnosis dan perbandingan cepat, tapi bukan dasar penilaian ranking.