Digital Transformation

Optimasi INP (Interaction to Next Paint)

Vito Atmo
Vito Atmo·22 Juni 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: INP (Interaction to Next Paint) adalah metrik Core Web Vitals yang mengukur jeda antara interaksi pengguna (klik, ketuk, ketik) dan respons visual halaman. Skor baik di bawah 200 ms. Mengoptimalkannya berfokus pada mengurangi beban kerja JavaScript di main thread.

Apa itu Optimasi INP?

INP menggantikan FID sebagai metrik responsivitas resmi sejak Maret 2024. Bedanya, INP menilai semua interaksi sepanjang kunjungan, bukan hanya yang pertama. Jadi INP lebih jujur menggambarkan seberapa responsif halaman terasa.

Optimasi INP berarti memastikan setiap interaksi cepat dibalas dengan perubahan visual. Penyebab utama INP buruk hampir selalu sama: skrip berat yang menahan main thread, sehingga browser tidak sempat memproses input pengguna.

Cara Memperbaikinya

TeknikEfek
Pecah long task JavaScript jadi potongan kecilBrowser bisa menyela untuk merespons input
Tunda skrip non-kritisMain thread lebih lega saat halaman dipakai
Hindari layout besar saat interaksiMengurangi waktu render setelah klik
Gunakan debounce pada event seringMengurangi pekerjaan berulang

Perbaikan INP saling terkait dengan kesehatan Core Web Vitals secara keseluruhan, terutama saat halaman banyak memuat skrip pihak ketiga.

Kenapa Penting?

Halaman yang lambat merespons terasa rusak, meski tampilannya sudah muncul. Untuk situs bisnis Indonesia dengan banyak pengunjung dari perangkat menengah, INP sering jadi pembeda antara halaman yang terasa cepat dan yang terasa berat. Panduan teknisnya tersedia di web.dev.

Pertanyaan Umum

Berapa skor INP yang dianggap baik?

Di bawah 200 ms dianggap baik, 200-500 ms perlu perbaikan, di atas 500 ms buruk. Angka ini diukur dari data lapangan pengguna nyata.

Apa beda INP dan FID?

FID hanya mengukur interaksi pertama, sedangkan INP menilai seluruh interaksi sepanjang kunjungan, sehingga lebih mewakili pengalaman nyata.

Bagikan