Digital Transformation

Long Task

Long Task adalah eksekusi JavaScript di main thread yang berjalan lebih dari 50 milidetik, menyebabkan halaman terasa lag dan menjadi penyebab utama buruknya skor INP.

Vito Atmo
Vito Atmo·28 April 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Long Task adalah pekerjaan JavaScript yang memblokir main thread browser lebih dari 50 ms. Dampaknya: animasi tersendat, klik telat merespons, dan skor INP memburuk. Solusi praktis adalah memecah task panjang dengan teknik yielding atau memindahkannya ke web worker.

Apa itu Long Task?

Browser memproses JavaScript di main thread yang sama dengan rendering. Bila satu blok kode mengeksekusi terlalu lama, antrian event seperti klik dan scroll tertahan. W3C menetapkan ambang 50 ms sebagai batas Long Task karena di atas angka itu pengguna mulai merasakan keterlambatan. Long Task dapat diukur otomatis lewat PerformanceObserver dengan tipe longtask.

Penyebab Umum

SumberContoh
Skrip third-party beratTag analytics, A/B testing, chatbot
Hydration komponen besarSingle Page App tanpa code-splitting
Loop sinkron pada data besarMapping ribuan baris di main thread
Layout thrashingMembaca dan menulis style berulang

Cara Mengatasi

Praktik standar di industri adalah memakai pola yielding (scheduler.yield() atau setTimeout(fn, 0)), memindahkan komputasi ke Web Worker, dan memuat skrip third-party lewat strategi seperti Partytown. Kontrol kapan tag berat dimuat juga membantu, misalnya menundanya ke fase idle.

Kenapa Penting?

Per April 2026, INP sudah menjadi metrik resmi Core Web Vitals menggantikan FID. Long Task adalah penyebab paling umum INP buruk pada situs Indonesia yang banyak memuat skrip iklan dan analytics. Referensi: web.dev: Optimize long tasks.

Pertanyaan Umum

Berapa target ideal jumlah Long Task per halaman?

Idealnya nol pada interaksi kritikal. Untuk halaman penuh skrip pihak ketiga, target praktis adalah Long Task tidak lebih dari 200 ms total selama 5 detik pertama.

Apakah Long Task hanya masalah developer?

Tidak. Marketer yang menambah tag tracking tanpa pengawasan kerap menjadi penyebab tidak langsung. Audit tag manager rutin diperlukan.

Bagikan