Digital Transformation

MDR (Merchant Discount Rate)

Vito Atmo
Vito Atmo·3 September 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: MDR (Merchant Discount Rate) adalah persentase biaya yang dipotong dari setiap transaksi non-tunai, dibayarkan pedagang ke bank atau penyedia payment gateway. Untuk QRIS, MDR diatur Bank Indonesia dan berbeda antara UMKM dan usaha besar.

Apa itu MDR?

Setiap kali pembeli membayar pakai kartu debit, kredit, atau QRIS, sebagian kecil nilai transaksi dipotong sebagai biaya layanan. Potongan ini disebut MDR. Uangnya dibagi antara bank penerbit, bank acquirer, dan penyedia infrastruktur pembayaran.

Contoh: MDR QRIS untuk UMKM di Indonesia per aturan Bank Indonesia berada di kisaran 0,3%, lebih rendah dibanding kartu kredit yang bisa di atas 2%.

MDR di Berbagai Metode Pembayaran

MetodeKisaran MDR
QRIS (UMKM)Sekitar 0,3%
Kartu debitBervariasi, umumnya di bawah 1%
Kartu kreditUmumnya 2% ke atas

Angka pasti selalu tergantung kebijakan bank dan penyedia payment gateway yang dipakai, jadi cek kontrak sebelum onboarding.

Kenapa Pemilik Toko Online Perlu Tahu MDR?

Saat membantu klien memilih payment gateway untuk toko online, MDR jadi salah satu variabel yang sering diabaikan padahal berdampak langsung ke margin. Bisnis dengan volume transaksi tinggi dan margin tipis perlu membandingkan MDR antar penyedia, bukan cuma melihat fitur.

Pertanyaan Umum

Siapa yang menanggung MDR, pembeli atau penjual?

Umumnya penjual (merchant), meski ada beberapa penyedia yang mengizinkan biaya dibebankan ke pembeli dengan syarat tertentu.

Apakah MDR sama di semua penyedia pembayaran?

Tidak. MDR bervariasi tergantung metode pembayaran, volume transaksi, dan kebijakan masing-masing bank atau payment gateway.

Bagikan