Digital Marketing

rel="nofollow" (Atribut Link)

Vito Atmo
Vito Atmo·19 Agustus 2026·5 kali dibaca·3 min baca

TL;DR: Atribut rel="nofollow" adalah penanda HTML pada tautan yang meminta Google tidak meneruskan otoritas halaman ke alamat tujuan. Sejak Maret 2020, Google memperlakukannya sebagai petunjuk, bukan perintah mutlak. Nofollow wajib dipakai untuk tautan berbayar, komentar pengguna, dan tautan ke sumber yang tidak dapat Anda verifikasi.

Apa itu rel="nofollow"?

rel="nofollow" adalah nilai atribut rel pada elemen <a>. Sintaksnya sederhana:

html
<a href="https://example.com" rel="nofollow">contoh</a>

Google memperkenalkan atribut ini pada 2005 untuk meredam spam komentar blog dan jual beli tautan. Sebelum 2020, nofollow benar-benar memutus aliran PageRank ke halaman tujuan. Setelah perubahan kebijakan, Google dapat memilih mengikuti atau mengabaikan tautan tersebut berdasarkan sinyal lain, misalnya jumlah backlink yang sudah dimiliki halaman tujuan.

Atribut rel Modern

AtributKapan Dipakai
rel="nofollow"Tautan umum yang tidak ingin Anda dukung
rel="sponsored"Tautan berbayar, afiliasi, sponsorship
rel="ugc"Tautan dari konten buatan pengguna (komentar, forum)
tanpa atribut relTautan editorial yang Anda dukung penuh

Sejak September 2019, Google menyarankan rel="sponsored" untuk tautan iklan dan rel="ugc" untuk komentar. Kombinasi juga sah, misalnya rel="nofollow sponsored". Ketentuan lengkapnya ada di dokumentasi Google Search Central.

Contoh Penerapan

Pada situs bisnis Indonesia yang menerima guest post berbayar atau memasang banner afiliasi, pemetaan atributnya kira-kira begini:

Konteks TautanAtribut yang Tepat
Artikel guest post berbayarrel="sponsored"
Tautan afiliasi marketplacerel="sponsored"
Kolom komentar dan forumrel="ugc"
Sitasi ke riset atau dokumentasi resmitanpa rel
Tautan ke situs yang belum Anda periksarel="nofollow"

Kesalahan yang paling sering muncul adalah dua kutub ekstrem. Pertama, seluruh tautan berbayar dibiarkan follow, yang berisiko memicu manual action terkait link scheme. Kedua, semua tautan keluar diberi nofollow secara membabi buta, termasuk sitasi ke dokumentasi resmi. Cara kedua ikut merugikan karena tautan keluar berkualitas justru dipakai Google sebagai sinyal kepercayaan konten.

Kenapa Penting?

Pemakaian atribut yang tepat menjaga situs dari penalti sekaligus menjaga kualitas profil tautan. Bagi praktisi link building, memahami perbedaan nofollow, sponsored, dan ugc juga menentukan cara menilai peluang penempatan: tautan sponsored dari media besar tetap bernilai untuk trafik rujukan dan penyebutan merek, meski kontribusinya ke otoritas peringkat terbatas.

Pertanyaan Umum

Apakah nofollow membantu SEO halaman saya sendiri?

Tidak secara langsung. Nofollow mengatur otoritas yang mengalir keluar, bukan yang masuk. Peringkat halaman Anda tetap ditentukan kualitas konten dan tautan masuk yang relevan.

Apakah Google masih merayapi tautan nofollow?

Bisa. Sejak Maret 2020, nofollow hanya petunjuk. Jika halaman tujuan sudah punya banyak sinyal lain, Google tetap dapat merayapi dan mengindeksnya.

Apa bedanya nofollow dan noindex?

Nofollow berlaku pada tautan dan mengatur aliran otoritas ke halaman lain. Noindex berlaku pada halaman itu sendiri dan meminta Google tidak menampilkannya di hasil pencarian. Keduanya menjawab masalah berbeda dan tidak saling menggantikan.

Bagikan