Digital Marketing

Prompt Source Decay Rate

Vito Atmo
Vito Atmo·23 Mei 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Prompt Source Decay Rate adalah persentase prompt yang dulu menyitir sumber Anda tapi kini berhenti, diukur dalam periode 30 atau 60 hari. Metrik ini memberi peringatan dini sebelum otoritas brand Anda di AI Search anjlok.

Apa itu Prompt Source Decay Rate?

Prompt Source Decay Rate menjawab pertanyaan: "Dari 100 prompt yang dulu memuat sumber saya, berapa yang masih memuat saya sekarang?" Rumus: ((prompt awal - prompt akhir) / prompt awal) x 100. Konsep ini dekat dengan Prompt Citation Decay tapi fokus pada sumber, bukan kutipan individual.

Analogi sederhana: kalau Anda dulu jadi referensi 50 prompt dan sekarang tinggal 35, decay rate Anda 30 persen dalam periode tersebut.

Faktor Penyebab Decay

  1. Konten kompetitor lebih segar (lihat AEO Snippet Freshness Decay).
  2. Re-indexing mesin AI mengubah ranking sumber.
  3. Bobot bukti turun karena struktur konten lemah.
  4. Author trust pudar (lihat AEO Author Trust Index).
PeriodeDecay sehatDecay perlu waspadaDecay kritis
30 haridi bawah 10%10-25%di atas 25%
60 haridi bawah 18%18-35%di atas 35%
90 haridi bawah 25%25-45%di atas 45%

Angka di atas adalah perkiraan dari pemantauan di proyek client Vito Atmo per kuartal pertama 2026. Bervariasi tergantung kategori dan saturasi prompt.

Kenapa Penting?

Banyak marketer Indonesia hanya melihat snapshot citation share, lalu kaget saat angka turun drastis. Decay rate memberi sinyal lebih awal sehingga refresh konten bisa terjadwal sebelum kerugian besar.

Pertanyaan Umum

Apakah decay rate selalu negatif?

Tidak. Decay 5-10 persen per bulan adalah hal normal karena rotasi sumber. Yang berbahaya adalah decay konsisten di atas 25 persen.

Berapa lama interval pengukuran yang ideal?

Untuk niche cepat (AI, fintech) pakai 30 hari. Untuk niche stabil (manajemen, branding) pakai 60-90 hari.

Bagikan