Digital Transformation
Rendering Strategy
TL;DR: Rendering strategy adalah keputusan teknis tentang kapan dan di mana HTML sebuah halaman dirakit: saat build (SSG), per request di server (SSR), di browser (CSR), atau campuran. Pilihan ini memengaruhi kecepatan, skor Core Web Vitals, dan biaya server.
Apa itu Rendering Strategy?
Rendering strategy adalah pendekatan yang menentukan bagaimana halaman web disusun menjadi HTML dan dikirim ke pengguna. Analoginya seperti memilih cara menyajikan makanan: dimasak lebih dulu lalu disimpan (SSG), dimasak saat pesanan datang (SSR), atau bahan dikirim mentah lalu pelanggan merakit sendiri (CSR).
Dalam membangun situs portofolio dan beberapa website bisnis client, saya memakai static generation sebagai default karena halaman jadi tersaji nyaris instan dan ramah cache di CDN.
Jenis Rendering Strategy
| Strategi | Kapan HTML dibuat | Cocok untuk |
|---|---|---|
| SSG (Static) | Saat build | Halaman jarang berubah: blog, profil |
| SSR (Server) | Per request | Konten personal/real-time |
| CSR (Client) | Di browser | Dashboard di balik login |
| ISR | Build + regenerasi berkala | Konten skala besar yang berubah pelan |
Panduan teknis lengkap tersedia di dokumentasi web.dev tentang rendering.
Kenapa Penting?
Strategi yang tepat membuat halaman cepat tampil sehingga LCP membaik dan pengguna tidak menunggu. Untuk bisnis Indonesia dengan kondisi jaringan beragam, halaman statis yang disajikan dari CDN sering jadi pilihan paling aman dan hemat.
Pertanyaan Umum
Apakah SSG selalu lebih cepat dari SSR?
Untuk waktu tampil awal, biasanya ya, karena HTML sudah siap. Namun SSG kurang cocok jika konten harus selalu terbaru per pengguna.
Apakah satu situs boleh memakai beberapa strategi?
Boleh. Framework modern memungkinkan halaman berbeda memakai strategi berbeda dalam satu proyek yang sama.