Digital Marketing

Repositioning (Repositionisasi Merek)

Vito Atmo
Vito Atmo·18 Juni 2026·4 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Repositioning adalah langkah strategis ketika sebuah merek atau bisnis perlu mengubah cara pasar memandangnya. Bukan sekadar ganti logo atau tagline, melainkan perubahan mendasar pada siapa yang dituju, masalah apa yang diselesaikan, dan bagaimana nilai tersebut dikomunikasikan.

Apa itu Repositioning?

Repositioning berbeda dari branding awal. Jika branding adalah membentuk persepsi dari nol, repositioning adalah mengubah persepsi yang sudah ada, yang notabene jauh lebih sulit karena harus mengatasi kesan lama yang sudah tertanam di benak konsumen.

Ada tiga jenis repositioning yang umum dilakukan:

JenisDeskripsiContoh
Image repositioningUbah persepsi tanpa ubah produkBrand lokal yang reposisi jadi premium
Product repositioningUbah produk untuk segmen baruAplikasi B2C yang pivot ke B2B
Intangible repositioningUbah nilai yang dikomunikasikanJasa desain yang reposisi dari "murah" ke "ROI-focused"

Repositioning berhubungan erat dengan brand-positioning karena keduanya menyangkut bagaimana merek menempati ruang di benak audiens target.

Kapan Repositioning Diperlukan?

Beberapa sinyal yang menandakan bisnis perlu repositioning:

  • Audiens yang ditarget tidak lagi menghasilkan margin yang baik
  • Kompetitor baru mengisi positioning yang sama dengan harga lebih rendah
  • Produk atau layanan berkembang tapi pesan pemasaran tidak mengikuti
  • Konversi turun meski traffic stabil (indikasi message-market mismatch)

Dalam beberapa proyek konsultasi, Vito Atmo menemukan bahwa bisnis jasa yang stagnan sering kali bukan karena kualitas buruk, melainkan karena positioning yang tidak lagi relevan dengan segmen yang paling menguntungkan.

Kenapa Penting?

Repositioning yang berhasil bisa membuka segmen pasar baru tanpa harus mengubah core produk. Namun, repositioning yang gagal bisa membingungkan audiens lama tanpa memenangkan audiens baru. Prinsipnya: perubahan harus cukup jelas untuk dirasakan prospek baru, tapi tidak begitu drastis sehingga kehilangan basis pelanggan yang ada.

Repositioning juga relevan untuk personal brand: seorang profesional yang bertransisi dari generalis ke spesialis perlu secara aktif mengkomunikasikan perubahan tersebut lewat konten, portofolio, dan interaksi online.

Pertanyaan Umum

Berapa lama proses repositioning biasanya berlangsung?

Untuk bisnis jasa kecil-menengah, biasanya 6-12 bulan sebelum pasar mulai merespons persepsi baru. Konsistensi pesan di semua touchpoint adalah kunci utama.

Apakah repositioning berarti harus kehilangan pelanggan lama?

Tidak selalu. Repositioning yang baik dirancang agar pelanggan lama yang paling profitable tetap merasa relevan, sementara membuka pintu untuk segmen baru yang lebih sesuai arah bisnis ke depan.

Bagikan