Digital Marketing

Share of Voice (SOV)

Vito Atmo
Vito Atmo·21 Juni 2026·1 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Share of Voice (SOV) mengukur porsi visibilitas brand Anda dibanding seluruh pemain di pasar, baik di iklan, media sosial, maupun hasil pencarian. Rumus dasarnya: visibilitas brand Anda dibagi total visibilitas pasar. Semakin tinggi SOV, semakin besar pangsa perhatian yang Anda kuasai.

Apa itu Share of Voice?

Share of Voice adalah metrik kompetitif yang menjawab pertanyaan: dari seluruh percakapan atau hasil pencarian di kategori ini, berapa porsi yang menyebut brand saya? Awalnya populer di periklanan, kini SOV juga dipakai untuk SEO (share of search) dan media sosial.

Berbeda dengan metrik absolut seperti jumlah pengunjung, SOV bersifat relatif terhadap kompetitor, sehingga lebih jujur menggambarkan posisi pasar. Konsep ini erat dengan brand awareness dan kerap dikaitkan dengan pertumbuhan pangsa pasar jangka panjang.

Cara Menghitung

KanalCara ukur SOV
SEO (share of search)Kueri brand Anda dibagi total kueri brand kategori
Iklan berbayarBelanja/impresi brand Anda dibagi total kategori
Media sosialSebutan brand Anda dibagi total sebutan kategori

Kenapa Penting?

Bagi pebisnis di Indonesia, SOV membantu menilai apakah anggaran marketing menghasilkan dominasi perhatian, bukan sekadar angka mentah. Riset jangka panjang dari lembaga seperti Ehrenberg-Bass Institute mengaitkan SOV di atas pangsa pasar dengan kecenderungan brand tumbuh. Untuk personal brand, pantau share of search nama Anda dibanding pesaing di niche yang sama.

Pertanyaan Umum

Apakah SOV tinggi selalu berarti penjualan naik?

Tidak otomatis. SOV mengukur perhatian, bukan konversi. Namun secara historis SOV yang melampaui pangsa pasar berkorelasi dengan pertumbuhan.

Bagaimana mengukur SOV tanpa tool mahal?

Mulai dari proksi sederhana: volume pencarian brand via Google Trends dan jumlah sebutan di media sosial dibanding kompetitor utama.

Bagikan