Digital Transformation

SSR vs SSG

Vito Atmo
Vito Atmo·13 Juni 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: SSR (Server-Side Rendering) menyusun halaman di server setiap kali ada permintaan, sementara SSG (Static Site Generation) menyusun halaman satu kali saat proses build. SSG unggul di kecepatan dan biaya, SSR unggul untuk konten yang sering berubah atau personal.

Apa Bedanya SSR dan SSG?

SSR dan SSG adalah dua strategi merender halaman web. Pada SSR, server memproses dan mengirim HTML jadi setiap kali pengunjung membuka halaman. Pada SSG, semua halaman sudah dibangun sebelumnya menjadi file statis, lalu disajikan apa adanya. Analoginya, SSR seperti memasak per pesanan, sedangkan SSG seperti menyiapkan prasmanan yang sudah matang.

Keduanya berhubungan langsung dengan performa Core Web Vitals, khususnya LCP, karena cara render memengaruhi seberapa cepat konten tampil.

Perbandingan Singkat

AspekSSRSSG
Waktu renderSaat permintaanSaat build
Kecepatan tampilSedangSangat cepat
Data dinamisSangat cocokPerlu rebuild
Beban serverLebih tinggiMinimal
Cocok untukDashboard, harga real-timeBlog, landing page, glosarium

Kenapa Penting?

Memilih strategi render yang tepat memengaruhi biaya hosting dan pengalaman pengguna. Dalam beberapa proyek website bisnis yang saya tangani, halaman konten seperti artikel dan glosarium lebih hemat dan cepat memakai SSG, sementara halaman dengan data sering berubah memakai SSR. Framework modern juga menyediakan jalan tengah seperti regenerasi statis bertahap. Dokumentasi resmi di Next.js rendering menjelaskan opsi ini lebih lengkap.

Pertanyaan Umum

Mana yang lebih baik untuk SEO?

Keduanya bisa SEO-friendly karena sama-sama mengirim HTML ke crawler. SSG biasanya lebih cepat, yang membantu sinyal pengalaman halaman.

Apakah harus memilih salah satu saja?

Tidak. Banyak situs modern memakai pendekatan hibrida, SSG untuk halaman statis dan SSR untuk halaman dinamis pada situs yang sama.

Bagikan