Digital Marketing

Time-Decay Attribution (Atribusi Peluruhan Waktu)

Vito Atmo
Vito Atmo·5 Mei 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Time-decay attribution memberi kredit konversi yang menurun secara eksponensial dari titik kontak terbaru ke yang paling awal. Model ini cocok untuk siklus pembelian pendek hingga menengah karena merefleksikan asumsi bahwa interaksi mendekati konversi punya pengaruh paling kuat, tetapi mengecilkan peran channel awareness.

Apa itu Time-Decay Attribution?

Time-decay attribution adalah cara membagi kredit konversi berdasarkan waktu, dengan asumsi bahwa interaksi yang lebih dekat ke pembelian lebih berpengaruh. Bila seseorang melihat iklan brand 30 hari sebelum beli, lalu klik email retargeting 1 hari sebelum konversi, model ini memberi porsi besar pada email retargeting. Time-decay biasanya menjadi opsi default di Google Ads ketika data-driven attribution belum tersedia. Lihat juga konteks luas di multi-touch attribution.

Cara Kerja dan Half-Life

KomponenPenjelasan
Half-lifePeriode dimana bobot turun setengah, default 7 hari di Google Ads
KurvaEksponensial menurun dari konversi ke awal corong
Sample caseKonversi 7 hari, klik H-1 dapat 2x bobot klik H-7
Cocok untukFunnel pendek, kampanye seasonal, retargeting

Saat membantu Atmo (LMS) mengukur dampak email nurture pada pendaftaran kursus, time-decay menunjukkan bahwa email H-3 sebelum deadline diskon punya bobot konversi terbesar. Insight ini memvalidasi keputusan untuk menggeser frekuensi email lebih rapat menjelang akhir periode promo.

Kenapa Penting?

Time-decay menjembatani last-touch yang ekstrem dan linear yang terlalu rata. Untuk marketer Indonesia yang menjalankan kampanye flash sale 7-14 hari, model ini lebih realistis. Dokumentasi Google Analytics menyebut time-decay sebagai model yang baik saat siklus pembelian pendek dan tim ingin memberi sinyal lebih kuat pada interaksi bawah corong tanpa membuang seluruh kontribusi channel awareness.

Pertanyaan Umum

Apa bedanya time-decay dengan position-based?

Position-based memberi bobot besar pada titik kontak pertama dan terakhir, sedangkan time-decay memberi bobot proporsional terhadap waktu, dengan titik akhir paling besar.

Bagaimana memilih half-life yang tepat?

Default 7 hari cocok untuk e-commerce dan retargeting. Untuk produk B2B dengan siklus 30-60 hari, half-life 14-21 hari biasanya lebih representatif.

Bagikan