Digital Transformation
Vesting
TL;DR: Vesting adalah mekanisme pemberian hak kepemilikan saham secara bertahap kepada founder atau karyawan, umumnya selama tiga sampai empat tahun. Skema ini dicatat dalam cap table dan bertujuan memastikan penerima saham tetap berkontribusi jangka panjang, bukan langsung mencairkan kepemilikan lalu pergi.
Apa itu Vesting?
Vesting mengatur kapan seseorang benar-benar memiliki saham yang dijanjikan kepadanya. Tanpa vesting, seorang co-founder bisa saja keluar sebulan setelah perusahaan berdiri namun tetap membawa persentase saham penuh, situasi yang sering disebut "dead equity" dan merugikan tim yang bertahan. Skema vesting umum di startup adalah empat tahun dengan cliff satu tahun, artinya penerima baru mendapat porsi pertama setelah bertahan minimal satu tahun.
Contoh Skema Vesting Umum
| Elemen | Ketentuan Umum |
|---|---|
| Periode vesting | 3-4 tahun |
| Cliff | 1 tahun pertama |
| Pencairan setelah cliff | Bertahap bulanan atau triwulanan |
| Berlaku untuk | Founder, karyawan kunci, kadang angel investor |
Kenapa Penting?
Vesting melindungi startup dari risiko kehilangan kontributor kunci di awal sekaligus menjaga keadilan pembagian saham. Saat menyusun kesepakatan dengan seed funding pertama, investor hampir selalu meminta skema vesting jelas untuk founder, karena ini menandakan komitmen jangka panjang tim inti terhadap bisnis.
Pertanyaan Umum
Apa yang terjadi jika karyawan keluar sebelum cliff selesai?
Umumnya karyawan tersebut tidak mendapat saham sama sekali dari periode vesting yang belum tuntas, kecuali ada kesepakatan khusus.
Apakah vesting berlaku juga untuk investor?
Vesting terutama berlaku untuk founder dan karyawan. Investor biasanya langsung mendapat kepemilikan penuh sesuai jumlah investasi, tanpa skema vesting.