Digital Marketing
Web Story (Google Web Stories)
TL;DR: Web Story adalah format konten vertikal bergaya stories yang dibuat dengan standar AMP dan dapat muncul di Google Discover, Google Images, dan slot khusus di SERP. Format ini cocok untuk konten visual, tutorial singkat, dan branding, namun bukan pengganti artikel panjang.
Apa itu Web Story?
Web Story adalah halaman web vertikal full-screen yang dibangun menggunakan kerangka AMP Stories (kini dikenal sebagai Web Stories). Formatnya mirip Instagram atau TikTok Story, tapi tetap menjadi URL yang bisa diindeks Google. Visibility utamanya ada di Google Discover, tab Gambar, dan slot Web Stories di hasil pencarian mobile.
Format ini berbeda dari landing page konvensional. Web Story dirancang untuk konsumsi cepat, 10-30 detik total, dengan 5-15 halaman yang berganti dengan swipe atau tap.
Struktur Web Story
| Elemen | Aturan |
|---|---|
| Durasi total | 10-30 detik |
| Jumlah halaman | 5-15 page |
| Rasio | Vertikal 9:16 |
| Teks per halaman | Max 200 karakter |
| CTA | 1 per story, di akhir |
Tools pembuat: MakeStories, Web Stories plugin WordPress, atau custom dengan <amp-story> tag. Selalu sertakan schema markup tipe Article atau NewsArticle supaya eligible tampil di Google Discover.
Kenapa Penting?
Google Discover menyumbang porsi traffic mobile yang makin besar di Indonesia. Web Story memberi format yang ramah layar kecil dan algoritma Discover. Untuk brand yang targetnya audiens mobile-first (personal branding, lifestyle, edukasi singkat), format ini melengkapi strategi content pillar tanpa menggantikan artikel utama.
Pertanyaan Umum
Apakah Web Story ditampilkan di desktop?
Lebih didesain untuk mobile. Di desktop tetap bisa dibuka tapi dengan frame terbatas di tengah layar.
Berapa lama membuat 1 Web Story?
Dengan tools no-code seperti MakeStories, sekitar 30-60 menit per story termasuk desain dan ekspor.
Istilah Terkait