Website Bisnis

Dofollow vs Nofollow untuk Link Building Website Bisnis Indonesia: Cara Membangun Profil Backlink Sehat di 2026

A
Admin·6 Mei 2026·0 kali dibaca·4 min baca
Dofollow vs Nofollow untuk Link Building Website Bisnis Indonesia: Cara Membangun Profil Backlink Sehat di 2026

TL;DR: Dofollow adalah link default yang meneruskan link equity, sementara nofollow memberi sinyal supaya link tidak diikuti. Profil backlink sehat butuh keduanya. Rasio dofollow:nofollow yang natural berkisar 60:40 sampai 80:20. Profil 100% dofollow justru mencurigakan dan bisa memicu manual action dari Google.

Banyak pemilik website bisnis Indonesia memburu dofollow tanpa peduli darimana asalnya. Hasilnya, profil backlink yang seragam, tidak natural, dan berisiko kena penalti algoritma. Padahal kekuatan profil link bukan dari volume dofollow semata, melainkan dari komposisi yang menyerupai pertumbuhan organik.

Saat mengaudit website klien Atmo (LMS) tahun 2025, profil backlinknya menunjukkan 92% dofollow dari direktori berkualitas rendah. Setelah disavow agresif dan rebuild lewat editorial outreach, rasio menjadi 70:30 dan peringkat untuk keyword target naik dari halaman 3 ke halaman 1 dalam 6 bulan.

Kenapa Dofollow Saja Tidak Cukup

Mesin pencari menilai profil link bukan dari satu metrik. Google menganalisis topical relevance, anchor text distribution, source diversity, dan rasio atribut link. Profil yang seluruhnya dofollow memberi sinyal pola tidak natural karena website organik selalu mendapat sebagian link dari komentar, forum, dan social mention yang otomatis nofollow.

Sejak Maret 2020, Google memperlakukan nofollow sebagai hint, bukan directive. Artinya nofollow tetap punya nilai untuk discovery, meski tidak meneruskan link equity penuh. Dokumentasi resmi tersedia di Google Search Central tentang nofollow.

TierKarakteristikAtribut umumContoh
Tier 1Domain otoritatif (DR 70+), editorialDofollowLiputan media tier-1, artikel tamu
Tier 2Industri/niche relevan (DR 40-70)Dofollow + sebagian nofollowBlog niche, podcast notes
Tier 3Direktori, listing, profile pagesMixCrunchbase, social profiles
Tier 4Komentar, forum, UGCNofollow/UGCReddit, Quora, blog comments

Profil backlink ideal untuk website bisnis baru: 20% Tier 1, 35% Tier 2, 25% Tier 3, 20% Tier 4. Distribusi ini menghasilkan rasio dofollow sekitar 65-75% yang dianggap natural.

Vetmo (pet care client) datang dengan profil 1.200 backlink, 88% dofollow, mayoritas dari direktori bisnis Indonesia berkualitas rendah dan beberapa dari situs spam berbahasa Rusia. Setelah audit pakai Ahrefs:

Pertama, identifikasi toxic links lewat metrik Domain Rating rendah dan korelasi dengan keyword tidak relevan. Sekitar 340 link masuk daftar disavow.

Kedua, build link tier-2 lewat artikel tamu di blog veteriner Indonesia. Target 8-10 link/bulan dengan anchor text bervariasi.

Ketiga, dorong nofollow alami lewat aktivasi komunitas: AMA di Reddit r/Anjing, jawaban di forum kompas, dan thread Twitter dengan link Vetmo di bio reply.

Hasil setelah 6 bulan: profil rapi di 65:35 dofollow:nofollow, traffic organik naik 180%, dan tidak ada manual action.

Untuk pemilik website yang ingin menjaga kesehatan profil link tanpa tools mahal:

Pertama, ekspor backlink list dari Google Search Console bagian Links. Gratis dan menampilkan top linking sites.

Kedua, hitung rasio dofollow:nofollow manual dari sample 50-100 backlink terbaru. Kalau dofollow di atas 85%, pertimbangkan diversifikasi.

Ketiga, identifikasi anchor text yang dipakai. Lebih dari 30% exact match untuk satu keyword adalah red flag.

Keempat, periksa domain diversity. Profil sehat punya backlink dari 30+ domain unik per 100 link. Profil sakit hanya dari 5-10 domain yang sama berulang.

Kelima, lakukan disavow hanya untuk link dari domain yang jelas spam. Jangan agresif disavow, banyak praktisi senior justru menyarankan untuk membiarkan Google mengabaikan otomatis.

Pertanyaan Umum

Tidak. Google jelas melarang link berbayar yang tidak ditandai sponsored atau nofollow. Risiko manual action lebih besar daripada benefit jangka pendek.

Umumnya 4-12 minggu untuk indexing dan attribution. Dampak peringkat penuh biasanya 3-6 bulan.

Tidak. Hampir semua platform sosial memakai nofollow untuk link di post dan bio. Tetap bernilai untuk discovery dan traffic referral.

Klik kanan link di browser, pilih Inspect. Cari atribut rel di tag a. Kalau tidak ada rel="nofollow", "sponsored", atau "ugc", maka itu dofollow.

Penutup

Backlink yang sehat untuk website bisnis Indonesia bukan tentang memburu dofollow sebanyak mungkin, tapi membangun profil yang terlihat natural di mata algoritma. Mulailah dari audit bulanan, fokus pada 1-2 tier-1 link berkualitas per kuartal, dan biarkan tier-3 dan tier-4 bertumbuh organik dari aktivitas konten dan komunitas.

Bagikan

Artikel Terkait

#dofollow#nofollow#backlink#link-building#seo

Butuh website yang benar-benar bekerja?

Hubungi Vito untuk konsultasi gratis 15 menit.

WhatsApp Sekarang