Case Study

Studi Kasus Felicia Tan: Geolift Test Buktikan TikTok Lebih Inkremental dari Meta untuk Brand Fashion dan Pindahkan 35 Persen Budget di 2026

Vito Atmo
Vito Atmo·27 Mei 2026·0 kali dibaca·4 min baca
Studi Kasus Felicia Tan: Geolift Test Buktikan TikTok Lebih Inkremental dari Meta untuk Brand Fashion dan Pindahkan 35 Persen Budget di 2026

TL;DR: Felicia Tan menjalankan Geolift Test selama 8 minggu di 14 kota Indonesia untuk membuktikan kontribusi inkremental TikTok vs Meta pada brand fashion klien. Hasilnya TikTok menghasilkan revenue inkremental 1,8x lebih tinggi dari Meta di kota treatment, padahal sebelumnya laporan ROAS menempatkan Meta sebagai pemenang. Tim memindahkan 35 persen budget dari Meta ke TikTok dan revenue total naik 23 persen di kuartal berikutnya.

Felicia Tan, performance marketing strategist untuk brand fashion fast-growing di Jakarta, datang ke saya pertengahan Maret 2026 dengan masalah klasik. ROAS Meta di dashboard ads-nya 4,2, sementara TikTok 2,8. Logika business as usual: tambah budget Meta, kurangi TikTok. Tapi ada satu data yang mengganggu, revenue total brand stagnan padahal Meta budget naik 40 persen selama dua kuartal. Klasik gejala ROAS yang menipu karena bias atribusi last-click.

Saya merekomendasikan satu eksperimen yang biasanya marketer Indonesia hindari karena kelihatan rumit: Geolift Test.

Mengapa ROAS Bohong tentang Kontribusi Sebenarnya

ROAS yang Anda lihat di Meta Ads Manager dan TikTok Ads Manager adalah klaim platform. Meta mengklaim semua konversi yang punya touchpoint Meta dalam 7 hari. TikTok mengklaim hal yang sama untuk touchpoint TikTok. Saat pengguna lihat iklan TikTok hari Senin, lalu retargeted Meta hari Kamis, lalu beli hari Jumat, dua platform sama-sama klaim konversi. Anda bayar dua kali untuk satu pembelian.

Inilah yang Conversion Lift Study coba selesaikan via test internal platform, tapi terbatas dalam satu ekosistem. Geolift Test memecahkan masalah ini dengan pendekatan beda: matikan satu channel di sekelompok kota dan ukur dampaknya pada revenue total, bukan pada platform tracking.

Desain Eksperimen 8 Minggu di 14 Kota

Kota Treatment (TikTok mati)Kota Control (TikTok hidup)
Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Malang, Solo, DenpasarJakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Medan, Palembang, Makassar

Felicia mendesain test dengan 7 kota treatment dan 7 kota control, dipilih dengan algoritma synthetic control supaya pre-period revenue trend kedua grup paralel. Selama 8 minggu, iklan TikTok di kota treatment dimatikan total. Meta dan Google tetap jalan normal di semua kota. Revenue tracked via tagging GPS koordinat warehouse dispatch, bukan via tracking pixel.

Tools yang dipakai: Meta Geo Lift Library open source untuk randomization dan statistical inference, dan BigQuery untuk agregasi revenue per kota dari Shopify. Total investment eksperimen: 22 juta rupiah untuk 8 minggu, jauh lebih murah dibanding budget Meta bulanan brand tersebut yang 350 juta.

Hasil yang Mengejutkan Tim

Setelah 8 minggu, revenue kota treatment turun 18 persen dibanding kota control. Diterjemahkan secara statistik, TikTok berkontribusi sekitar 21 persen pada total revenue, padahal share budget-nya hanya 28 persen. Sebaliknya, replikasi test berikutnya yang mematikan Meta menunjukkan kontribusi Meta hanya 12 persen, padahal budget share 58 persen.

Felicia menyajikan hasil ke client CEO dengan visualisasi grafik treatment vs synthetic control. Setelah dua jam diskusi, keputusan diambil: 35 persen budget pindah dari Meta ke TikTok dalam tiga bulan secara bertahap. Hasil kuartal berikutnya revenue brand naik 23 persen dengan budget total tetap. Validasi metodologi geolift bisa dipelajari lebih dalam di paper Meta Open Source GeoLift yang menjelaskan model synthetic control yang dipakai.

Pertanyaan Umum

Apakah Geolift Test cocok untuk brand kecil?

Brand dengan revenue di bawah 200 juta per bulan akan kesulitan karena sample size kecil bikin confidence interval lebar. Untuk skala segini, lebih cocok pakai Incrementality Test berbasis user holdback platform.

Berapa minimum kota yang dibutuhkan?

Minimum 10 kota dengan distribusi seimbang. Di bawah ini, statistical power tidak cukup untuk deteksi lift 10 persen ke bawah.

Apakah harus matikan platform total atau bisa kurangi budget?

Kedua approach valid. Matikan total memberikan sinyal lebih kuat tapi risiko revenue lebih besar. Pengurangan budget 50 persen kompromi yang aman untuk eksperimen pertama.

Bagaimana jika hasil kebalikan, Meta ternyata lebih inkremental?

Itu juga insight valuable. Banyak brand luxury di Indonesia justru menemukan Meta lebih inkremental karena audience-nya lebih dewasa. Yang penting keputusan berbasis data inkremental, bukan ROAS klaim platform.

Apakah Felicia Tan menerima konsultasi sejenis?

Felicia adalah klien personal branding saya. Jika tertarik diskusi pendekatan geolift, hubungi via halaman kontak untuk introduction.

Pelajaran untuk Marketer Indonesia

Geolift Test bukan sekadar eksperimen mewah agency besar. Dengan tools open source dan disiplin desain, brand mid-size Indonesia bisa membongkar overlap atribusi yang selama ini menyembunyikan inefisiensi budget. Felicia Tan sekarang menjalankan geolift quarterly untuk semua klien fashion-nya. Marketer yang masih mengandalkan ROAS klaim platform dalam pengambilan keputusan budget pada 2026 menanggung risiko misallokasi puluhan persen.

Bagikan

Artikel Terkait

#geolift#incrementality#tiktok#meta#felicia-tan

Butuh website yang benar-benar bekerja?

Hubungi Vito untuk konsultasi gratis 15 menit.

WhatsApp Sekarang