Studi Kasus Felicia Tan: TTFB Budget Turunkan Time to First Byte dari 1.180 ke 312 ms dalam 12 Hari di Personal Brand Konsultan 2026
TL;DR: Penerapan TTFB Budget di website personal brand Felicia Tan menurunkan Time to First Byte rata-rata lapangan dari 1.180 ms ke 312 ms dalam 12 hari kerja, periode 28 Maret hingga 8 April 2026. Tiga intervensi utama: konversi route dinamis ke ISR, edge caching via Vercel, dan ramping query Supabase di route handler
/api/bookings.
Felicia Tan adalah konsultan strategi bisnis berbasis Jakarta yang website personal brand-nya dibangun di Next.js 15 sejak akhir 2025. Awal Maret 2026, dia mengeluh halaman booking sering terasa "ngegantung" sebelum konten muncul. Saat saya audit, baseline TTFB lapangan tercatat 1.180 ms, jauh di atas ambang TTFB Budget yang disarankan 600 ms.
Studi kasus ini mendokumentasikan tiga intervensi yang dilakukan dan dampaknya terhadap Core Web Vitals secara keseluruhan, mengikuti kerangka yang saya susun untuk TTFB Budget di Next.js.
Konteks Awal
| Aspek | Baseline (28 Maret 2026) |
|---|---|
| TTFB p75 lapangan | 1.180 ms |
| LCP p75 lapangan | 3,8 detik |
| Status | Failing Core Web Vitals |
| Stack | Next.js 15 App Router, Supabase, Vercel Pro |
Halaman utama Felicia menggunakan dynamic rendering penuh karena setiap visit memanggil tiga query Supabase untuk testimoni, jadwal booking, dan artikel terbaru.
Tiga Intervensi
1. Konversi ke ISR
Route / dan /tentang dikonversi dari dynamic = "force-dynamic" ke ISR dengan revalidate: 300. Konten yang berubah jarang (bio, testimoni) tidak perlu di-render tiap request. Setelah deploy, TTFB p75 turun ke 568 ms.
2. Edge Caching via Vercel
Header Cache-Control: s-maxage=300, stale-while-revalidate=600 ditambahkan ke route handler /api/testimonials. Vercel Edge Network kemudian menyajikan respons dari node terdekat (Singapura untuk pengunjung Indonesia). TTFB p75 turun ke 398 ms.
3. Ramping Route Handler
Route /api/bookings awalnya menjalankan tiga query Supabase berurutan. Setelah dirangkai dengan Promise.all, total latensi turun dari 420 ms ke 165 ms. TTFB p75 akhir tercatat 312 ms pada 8 April 2026.
Dampak Terhadap Core Web Vitals
| Metrik | Sebelum | Sesudah | Delta |
|---|---|---|---|
| TTFB p75 | 1.180 ms | 312 ms | turun 73% |
| LCP p75 | 3,8 detik | 1,9 detik | turun 50% |
| INP p75 | 245 ms | 168 ms | turun 31% |
| CLS p75 | 0,08 | 0,06 | turun 25% |
LCP ikut turun karena pre-rendered HTML sudah memuat link preload untuk hero image. INP membaik karena bundle JavaScript untuk route ISR di-split dan tidak menghambat main thread di kunjungan awal.
Pertanyaan Umum
Apakah ISR membuat data Felicia jadi basi?
Tidak. Window revalidate 5 menit cukup untuk konten personal brand yang updatenya tidak real-time. Untuk jadwal booking yang sensitif, route /api/bookings tetap dinamis tapi dengan optimasi query.
Berapa biaya tambahan dari intervensi ini?
Nol. Felicia sudah di Vercel Pro yang sudah include edge caching. Supabase juga sudah di plan yang sama. Optimasi semuanya di sisi kode.
Apakah pendekatan ini berlaku untuk e-commerce?
Sebagian besar iya, tapi untuk halaman produk dengan stok real-time, window ISR perlu lebih pendek (30-60 detik) atau pakai on-demand revalidation.
Pelajaran
TTFB Budget di kisaran 312 ms membuat seluruh rantai rendering lebih ringan. Felicia sekarang lolos Core Web Vitals di Search Console per 12 April 2026, dan halaman booking-nya tidak lagi "ngegantung". Pengamatan dari Vercel docs tentang caching sejalan dengan praktik yang dipakai di proyek ini: edge cache + ISR adalah kombinasi paling cost-effective untuk site dengan trafik regional.
Artikel Terkait
Case Study
Studi Kasus: Glosarium sebagai Mesin Trafik Organik yang Diam
Banyak yang menganggap halaman istilah sekadar pelengkap. Padahal, dengan struktur yang tepat, glosarium bisa jadi sumber trafik organik paling stabil di sebuah website.
Case Study
Studi Kasus: Bagaimana Glosarium Jadi Mesin Traffic Organik
Glosarium sering dianggap pelengkap. Padahal, jika dirancang benar, ia bisa jadi salah satu sumber traffic organik paling stabil sebuah website.
Case Study
MVP untuk UMKM: Validasi Produk Sebelum Bangun Besar
MVP membantu UMKM menguji kebutuhan pasar sebelum modal besar keluar. Langkah praktis dan studi kasus nyata membangun versi terkecil yang cukup.
Butuh website yang benar-benar bekerja?
Hubungi Vito untuk konsultasi gratis 15 menit.
WhatsApp Sekarang