Digital Marketing

Aturan 60/40 (60/40 Rule)

Vito Atmo
Vito Atmo·11 Juni 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Aturan 60/40 adalah pedoman alokasi anggaran marketing dari riset Les Binet dan Peter Field: sekitar 60% untuk brand building jangka panjang dan 40% untuk sales activation jangka pendek. Rasio optimal bervariasi per kategori, tapi prinsipnya tetap: pertumbuhan sehat butuh keduanya.

Apa itu Aturan 60/40?

Aturan 60/40 lahir dari analisis ratusan kampanye di IPA databank Inggris. Binet dan Field menemukan kampanye paling efektif membagi investasi antara dua pekerjaan berbeda: membangun mental availability supaya merek diingat saat kebutuhan muncul, dan mengonversi permintaan yang sudah ada menjadi penjualan.

Analoginya seperti bertani: aktivasi adalah memanen, brand building adalah menanam. Panen terus tanpa menanam akan menghabiskan ladang.

Brand Building vs Sales Activation

AspekBrand buildingSales activation
Horizon6 bulan ke atasHari sampai minggu
TargetCalon pembeli masa depanPembeli yang siap sekarang
EfekMenumpuk perlahan, tahan lamaTajam, cepat hilang
ContohKonten edukasi, video brandPromo, retargeting, diskon

Kenapa Penting?

Dari pengalaman saya mendampingi bisnis kecil di Indonesia, alokasi nyata sering mendekati 90/10 ke arah aktivasi karena hasilnya terlihat cepat di dashboard. Akibatnya biaya iklan naik tiap tahun karena merek tidak pernah dikenal di luar audiens retargeting. Aturan 60/40 dipakai bersama excess share of voice sebagai kerangka menilai apakah investasi merek cukup untuk tumbuh.

Pertanyaan Umum

Apakah 60/40 berlaku untuk semua bisnis?

Tidak persis. Binet dan Field sendiri mencatat rasio optimal bervariasi: B2B cenderung sekitar 50/50, merek baru butuh aktivasi lebih besar di awal. Angka 60/40 adalah titik awal, bukan aturan mati.

Bisnis kecil dengan anggaran terbatas mulai dari mana?

Konten edukasi yang konsisten adalah bentuk brand building paling murah. Tidak harus iklan; yang penting ada investasi rutin untuk audiens yang belum siap membeli.

Bagikan