Digital Marketing
AEO Citation Half-Life
TL;DR: AEO Citation Half-Life adalah durasi rata-rata sebuah konten masih dikutip AI Search seperti Google AI Overview, ChatGPT, atau Perplexity sebelum frekuensi sitasinya turun setengah dari puncak. Untuk konten evergreen umumnya 6-12 bulan, sementara konten tren bisa kurang dari 30 hari. Metrik ini membantu marketer Indonesia merencanakan jadwal refresh konten secara realistis.
Apa itu AEO Citation Half-Life?
AEO Citation Half-Life mengukur seberapa lama sebuah halaman masih relevan di mata AI Search sebelum bobotnya turun setengah. Mirip konsep half-life di fisika, hanya saja yang meluruh adalah frekuensi sitasi. Metrik ini terkait erat dengan Citation Trust Half-Life, tapi fokusnya bukan ke trust, melainkan ke volume sitasi yang dihasilkan konten.
Cara Mengukur
| Langkah | Tools | Output |
|---|---|---|
| Capture baseline citation count | Prompt tracker manual atau Otterly | Volume sitasi minggu 1-4 |
| Pantau peluruhan bulanan | Spreadsheet log | Persentase sitasi vs peak |
| Hitung half-life | Excel/Python | Bulan ke-N saat sitasi = 50 persen peak |
Kenapa Penting?
Konten yang half-life-nya pendek butuh refresh lebih sering. Marketer Indonesia bisa pakai metrik ini untuk prioritisasi: konten dengan half-life pendek dan trafik tinggi adalah kandidat refresh utama. Pendekatan ini mirip dengan Retrieval Decay tapi fokus di output sitasi, bukan retrieval probability.
Pertanyaan Umum
Apa beda Citation Half-Life dan Content Half-Life Index?
Citation Half-Life mengukur peluruhan sitasi AI. Content Half-Life Index mengukur peluruhan trafik organik dari Google. Keduanya komplementer.
Berapa half-life ideal untuk konten pillar?
Untuk konten pillar evergreen, target half-life 9-12 bulan adalah realistis dengan refresh kuartalan.
Istilah Terkait