Digital Marketing

AEO Citation Half-Life

Vito Atmo
Vito Atmo·21 Mei 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: AEO Citation Half-Life adalah durasi rata-rata sebuah konten masih dikutip AI Search seperti Google AI Overview, ChatGPT, atau Perplexity sebelum frekuensi sitasinya turun setengah dari puncak. Untuk konten evergreen umumnya 6-12 bulan, sementara konten tren bisa kurang dari 30 hari. Metrik ini membantu marketer Indonesia merencanakan jadwal refresh konten secara realistis.

Apa itu AEO Citation Half-Life?

AEO Citation Half-Life mengukur seberapa lama sebuah halaman masih relevan di mata AI Search sebelum bobotnya turun setengah. Mirip konsep half-life di fisika, hanya saja yang meluruh adalah frekuensi sitasi. Metrik ini terkait erat dengan Citation Trust Half-Life, tapi fokusnya bukan ke trust, melainkan ke volume sitasi yang dihasilkan konten.

Cara Mengukur

LangkahToolsOutput
Capture baseline citation countPrompt tracker manual atau OtterlyVolume sitasi minggu 1-4
Pantau peluruhan bulananSpreadsheet logPersentase sitasi vs peak
Hitung half-lifeExcel/PythonBulan ke-N saat sitasi = 50 persen peak

Kenapa Penting?

Konten yang half-life-nya pendek butuh refresh lebih sering. Marketer Indonesia bisa pakai metrik ini untuk prioritisasi: konten dengan half-life pendek dan trafik tinggi adalah kandidat refresh utama. Pendekatan ini mirip dengan Retrieval Decay tapi fokus di output sitasi, bukan retrieval probability.

Pertanyaan Umum

Apa beda Citation Half-Life dan Content Half-Life Index?

Citation Half-Life mengukur peluruhan sitasi AI. Content Half-Life Index mengukur peluruhan trafik organik dari Google. Keduanya komplementer.

Berapa half-life ideal untuk konten pillar?

Untuk konten pillar evergreen, target half-life 9-12 bulan adalah realistis dengan refresh kuartalan.

Bagikan