Digital Marketing
AEO Evidence Half-Life
TL;DR: AEO Evidence Half-Life mengukur seberapa cepat bukti (data, angka, kutipan ahli) di sebuah halaman kehilangan bobot sitasinya di mesin AI seperti Google AI Overview atau Perplexity. Semakin pendek half-life-nya, semakin sering konten harus disegarkan agar tetap dipakai sebagai sumber.
Apa itu AEO Evidence Half-Life?
AEO Evidence Half-Life adalah metrik yang menghitung durasi rata-rata sebuah bukti dalam halaman Anda tetap relevan di AEO Citation Coverage Rate. Misal, sebuah statistik tahun 2024 yang dahulu sering disitasi AI biasanya kehilangan separuh bobotnya dalam 9-14 bulan, tergantung kategori topik. Half-life ini berbeda dengan Topical Trust Half-Life yang menilai otoritas keseluruhan halaman, bukan tiap bukti individual.
Analogi sederhananya: bukti dalam konten ibarat baterai. Baterai dengan kapasitas besar (sumber primer, data first-party) bertahan lama. Baterai dengan kapasitas kecil (statistik usang tanpa sumber, klaim umum) cepat habis dan tidak lagi dipakai mesin AI sebagai bahan jawaban.
Cara Mengukur AEO Evidence Half-Life
| Variabel | Definisi | Cara Tracking |
|---|---|---|
| t0 | Tanggal publish bukti | Timestamp publish |
| ct | Jumlah sitasi AI di periode tertentu | Crawl GAIO/Perplexity berkala |
| c0 | Sitasi awal saat puncak | Baseline 30-60 hari setelah publish |
| Half-life | Waktu saat ct = 0,5 x c0 | Hitung dari kurva decay |
Untuk konten marketing Indonesia, half-life statistik industri tipikal 8-18 bulan. Studi pribadi atau data first-party bisa bertahan 18-36 bulan karena tidak punya sumber alternatif yang setara.
Kenapa Penting?
Marketer Indonesia sering memajang statistik 3-5 tahun lalu di pillar page tanpa pernah merefresh. Akibatnya, mesin AI mulai mengambil sumber lain yang lebih baru, dan halaman tersebut perlahan turun dari panel jawaban. Memahami half-life membuat refresh cadence jadi terstruktur, bukan reaktif. Ini juga membantu prioritisasi: bukti dengan half-life pendek diaudit triwulanan, bukti panjang cukup tahunan.
Pertanyaan Umum
Apa bedanya AEO Evidence Half-Life dengan Citation Velocity Decay?
Citation Velocity Decay mengukur kecepatan penurunan total sitasi sebuah halaman. AEO Evidence Half-Life lebih granular, fokus per bukti spesifik di dalam halaman.
Berapa frekuensi audit half-life yang sehat?
Untuk topik teknologi atau marketing yang berubah cepat, audit per 60-90 hari sudah cukup. Untuk topik evergreen, 6 bulan masih aman.
Istilah Terkait