Digital Marketing
AEO Passage Rank Decay
TL;DR: AEO Passage Rank Decay mengukur seberapa cepat sebuah paragraf atau passage tertentu di artikel Anda turun peringkat di klaster prompt AI Search, walau halaman induk masih relevan. Pemicunya biasanya rerank model yang memprioritaskan passage lebih ringkas atau lebih segar. Solusi: refresh passage utama tiap 60 hari dengan angka dan tahun terbaru.
Apa itu AEO Passage Rank Decay?
AEO Passage Rank Decay adalah laju penurunan posisi suatu passage di hasil sitasi AI Search, diukur per minggu atau per bulan. Berbeda dari [AEO Citation Half-Life](/glosarium/aeo-citation-half-life) yang fokus ke URL, metrik ini melacak paragraf spesifik. Konsep ini berguna karena AI Search modern, termasuk Google AI Mode dan ChatGPT Search per Mei 2026, melakukan rerank di level passage, bukan dokumen.
Cara Mengukur
| Tahap | Aksi |
|---|---|
| Baseline | Catat posisi passage di top-3 prompt klaster Anda |
| Monitoring | Re-query tiap 7 hari pakai prompt yang sama |
| Decay rate | Hitung selisih posisi dibagi jumlah minggu |
Decay rate sehat: di bawah 0,5 posisi per minggu. Di atas 1 posisi per minggu menandakan passage sudah stale.
Kenapa Penting?
Banyak marketer Indonesia hanya update meta title saat sitasi turun, padahal akar masalahnya di level passage. Saat saya audit konten klien e-commerce di awal 2026, passage dengan angka tahun 2023 mengalami decay 2 kali lebih cepat dibanding passage dengan angka 2025. Maka prioritas refresh harus di passage utama, bukan keseluruhan artikel.
Pertanyaan Umum
Apakah decay sama dengan deindex?
Tidak. Decay berarti masih dikutip tapi posisinya turun. Deindex berarti hilang total dari sitasi.
Refresh seberapa sering?
60 hari sekali untuk klaster kompetitif, 90 hari untuk klaster stabil. Bisa pakai jadwal On-Demand Revalidation di Next.js.
Istilah Terkait