Digital Marketing

Agent Citation Half-Life

Vito Atmo
Vito Atmo·22 Mei 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Agent Citation Half-Life mengukur berapa lama sebuah konten masih disitir agen AI sebelum sitasinya turun separuh. Konten dengan half-life pendek (di bawah 60 hari) butuh refresh rutin; konten dengan half-life di atas 6 bulan menjadi aset jangka panjang.

Apa itu Agent Citation Half-Life?

Agent Citation Half-Life adalah konsep waktu paruh sitasi: titik di mana jumlah sitasi konten Anda di agen AI turun jadi 50 persen dari puncaknya. Konsep ini mirip AEO Evidence Half-Life, tapi berfokus pada perilaku citation agent (ChatGPT, Perplexity, Claude) bukan pada bukti faktual mentahnya.

Metrik ini dipakai untuk mengklasifikasi konten Anda jadi tiga jenis: high-decay (under 60 hari, butuh refresh aktif), medium-decay (60-180 hari, refresh tiap 3-6 bulan), evergreen (di atas 180 hari, cukup audit ringan tahunan). Tanpa half-life sebagai pengukur, marketer cenderung salah alokasi waktu refresh.

Cara Menghitung

TahapAksi
1Catat tanggal publish + sample sitasi mingguan via Prompt Citation Velocity
2Plot kurva sitasi mingguan selama 90-180 hari
3Hitung minggu di mana sitasi turun ke 50% puncak
4Cocokkan ke kategori half-life

Kenapa Penting?

Marketer Indonesia sering menulis konten dengan asumsi semuanya evergreen, padahal sebagian besar konten yang membahas Agent Citation Stickiness atau metrik AI tahunan punya half-life singkat. Mengukur half-life membantu memprioritaskan budget refresh: hindari menulis konten baru sebelum konten lama yang masih punya momentum diperpanjang.

Pertanyaan Umum

Apakah artikel evergreen punya half-life pendek juga?

Jarang. Topik dasar (definisi, framework standar) biasanya half-life di atas 12 bulan. Topik yang mengandung angka atau tools spesifik decay 3-6 bulan.

Cara memperpanjang half-life?

Update tanggal eksplisit di body, tambah angka segar, perbaharui sitasi outbound, perkuat sinyal Prompt Trust Cascade.

Bagikan