Digital Marketing
AIDA Funnel (Attention, Interest, Desire, Action)
TL;DR: AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) adalah kerangka funnel klasik untuk menyusun naskah iklan, landing page, dan urutan email. Diperkenalkan E. St. Elmo Lewis tahun 1898, kerangka ini masih dipakai karena memberi struktur jelas untuk mengukur drop-off di tiap tahap. Versi modernnya sering dipadukan dengan AARRR Pirate Metrics untuk pelacakan kuantitatif.
Apa itu AIDA Funnel?
AIDA adalah singkatan empat tahap kognitif yang dilalui calon pelanggan sebelum membeli. Attention berarti membuat pengunjung sadar produk ada, Interest membangun rasa ingin tahu, Desire menumbuhkan keinginan, dan Action menutup dengan ajakan eksplisit. Kerangka ini bertahan lebih dari 120 tahun karena memetakan psikologi pengambilan keputusan yang relatif stabil.
Pada konteks digital, AIDA biasanya diterjemahkan ke struktur konten. Hero section pakai headline kuat untuk Attention. Subhead dan tiga manfaat utama bekerja sebagai Interest. Studi kasus, testimoni, dan demo produk menjadi Desire. CTA di bawah hero dan setiap section menyelesaikan Action.
Pemetaan ke Komponen Landing Page
| Tahap AIDA | Komponen Landing |
|---|---|
| Attention | Hero headline, video pembuka, hook iklan |
| Interest | Subhead manfaat, daftar fitur ringkas |
| Desire | Testimoni, studi kasus angka, demo produk |
| Action | Tombol CTA primer, form lead capture |
Praktik standar mengukur konversi per tahap. Misal scroll depth untuk Attention/Interest, hover atau klik video untuk Desire, klik CTA untuk Action. Dokumentasi tambahan tentang penerapan AIDA digital tersedia di riset Nielsen Norman tentang persuasion design.
Kenapa Penting?
AIDA memberi mental model sederhana untuk tim non-marketing seperti developer atau founder yang menyusun pertama kali landing page. Dari pengalaman Vito Atmo membangun landing untuk Aris Setiawan dan Ade Mulyana, struktur AIDA mempercepat iterasi karena setiap edit jelas ditujukan ke tahap mana. Funnel modern seperti AARRR Pirate Metrics bisa dibangun di atas fondasi AIDA, bukan menggantikannya.
Pertanyaan Umum
Apakah AIDA masih relevan di era social media?
Relevan untuk merancang struktur, kurang tepat untuk mengukur perilaku. Untuk pengukuran modern, padukan AIDA sebagai blueprint dengan funnel kuantitatif seperti AARRR.
Apa beda AIDA dengan PAS (Problem-Agitate-Solution)?
AIDA fokus pada urutan kognitif menuju aksi. PAS fokus pada framing emosi terkait masalah. Keduanya bisa dikombinasikan di copywriting iklan.