Digital Marketing

Anchoring Bias (Bias Penjangkaran)

Anchoring Bias adalah kecenderungan otak menjadikan angka pertama yang dilihat sebagai patokan untuk menilai semua pilihan berikutnya, terutama pada halaman harga.

Vito Atmo
Vito Atmo·3 Mei 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Anchoring Bias adalah kecenderungan otak manusia menjadikan informasi pertama, biasanya angka, sebagai patokan untuk menilai pilihan setelahnya. Di pricing page, paket termahal yang ditampilkan lebih dulu membuat paket di bawahnya terasa wajar atau bahkan murah.

Apa itu Anchoring Bias?

Anchoring Bias pertama dirumuskan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky pada 1974. Otak menggunakan angka pertama yang dilihat sebagai jangkar, lalu menyesuaikan penilaian berikutnya relatif terhadap jangkar itu. Efek ini terjadi bahkan ketika jangkar tidak relevan. Dalam konteks pricing dan landing page, jangkar bisa berupa harga coret, paket Enterprise, atau angka di hero section.

Cara Anchoring Bekerja di Website

KonteksJangkarEfek
Pricing 3-tierPaket termahal di kiriPaket tengah terasa "masuk akal"
DiskonHarga asli dicoretHarga akhir terasa hemat
Paket bundlingTotal satuan vs paketBundle terasa hemat 30-40 persen
Hero sectionAngka klaim besarKonteks berikutnya terasa kecil

Kenapa Penting?

Untuk marketer dan pemilik bisnis Indonesia, Anchoring Bias adalah salah satu prinsip paling andal di pricing page. Studi Nielsen Norman Group menunjukkan urutan harga memengaruhi pilihan akhir pengguna 10-25 persen, tergantung industri. Tanpa jangkar yang jelas, pengguna kesulitan menilai apakah harga Anda wajar atau mahal.

Pertanyaan Umum

Apakah Anchoring sama dengan diskon?

Tidak. Diskon adalah salah satu bentuk anchoring (harga asli sebagai jangkar), tapi anchoring lebih luas. Bisa berupa urutan paket, ukuran porsi, atau angka non-harga.

Apakah etis pakai anchoring?

Etis selama jangkar yang dipakai jujur. Mencoret harga yang tidak pernah ditawarkan termasuk dark pattern dan melanggar aturan konsumen di banyak negara.

Bagikan