Digital Marketing

Anchoring (Pricing)

Vito Atmo
Vito Atmo·10 Juni 2026·1 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Anchoring adalah bias kognitif di mana angka pertama yang seseorang lihat menjadi titik acuan untuk menilai harga berikutnya. Dalam pricing, paket termahal sering dipasang lebih dulu agar paket lain terasa lebih terjangkau.

Apa itu Anchoring?

Anchoring adalah kecenderungan otak untuk terlalu bergantung pada informasi pertama yang diterima saat mengambil keputusan. Dalam konteks harga, angka yang dilihat pertama, entah harga coret atau paket premium, menjadi "jangkar" yang membuat opsi lain dinilai relatif terhadapnya. Analoginya seperti melihat tas seharga 5 juta lebih dulu, sehingga tas 2 juta di sebelahnya terasa murah.

Anchoring sering dikombinasikan dengan struktur tiga paket pada landing page harga. Paket tengah biasanya yang ingin didorong, dengan paket termahal sebagai jangkar pembanding.

Cara Kerja di Halaman Harga

TeknikEfek
Harga coretHarga asli jadi jangkar, harga diskon terasa hemat
Paket premium di kiriMembingkai paket lain sebagai lebih terjangkau
Decoy pricingOpsi "umpan" membuat target terlihat paling masuk akal

Kenapa Penting?

Bagi marketer dan pebisnis, memahami anchoring membantu menyusun halaman harga yang jujur namun persuasif. Kuncinya adalah membingkai, bukan menipu, karena jangkar yang tidak relevan justru menurunkan kepercayaan. Dasar teorinya berasal dari riset Kahneman dan Tversky yang dirangkum oleh Behavioral Economics.

Pertanyaan Umum

Apakah anchoring sama dengan diskon?

Tidak. Diskon adalah pemotongan harga, sedangkan anchoring adalah cara membingkai angka acuan. Harga coret memang memakai anchoring, tapi anchoring juga bisa lewat penempatan paket tanpa diskon.

Apakah anchoring etis dipakai?

Selama jangkar yang dipakai relevan dan tidak menyesatkan, anchoring adalah teknik framing yang wajar. Yang harus dihindari adalah harga acuan palsu yang tidak pernah benar-benar berlaku.

Bagikan