Digital Marketing

Average Order Value (AOV)

Vito Atmo
Vito Atmo·21 Juni 2026·1 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Average Order Value (AOV) adalah rata-rata nilai setiap transaksi, dihitung dengan membagi total pendapatan dengan jumlah pesanan. AOV penting karena menaikkannya bisa meningkatkan pendapatan tanpa perlu menambah jumlah pengunjung.

Apa itu Average Order Value?

Average Order Value adalah metrik yang menunjukkan berapa rata-rata uang yang dibelanjakan pelanggan dalam satu transaksi. Rumusnya: total pendapatan dibagi total jumlah pesanan pada periode tertentu. Jika sebuah toko menghasilkan 10 juta dari 100 pesanan, AOV-nya 100 ribu.

Metrik ini sering dipasangkan dengan conversion rate karena keduanya menentukan pendapatan: berapa banyak yang membeli, dan berapa besar tiap pembelian.

Cara Menaikkan AOV

Beberapa taktik yang lazim untuk menaikkan AOV antara lain:

  • Menawarkan produk pelengkap saat checkout (lihat upsell)
  • Menambahkan penawaran tambahan tepat sebelum bayar lewat order bump
  • Memberi insentif gratis ongkir di atas ambang nilai tertentu
  • Membundel beberapa produk dengan harga paket

Kenapa Penting?

Menaikkan AOV adalah salah satu cara paling efisien menumbuhkan pendapatan, karena Anda memanfaatkan pengunjung yang sudah memutuskan membeli. Bagi pebisnis Indonesia dengan biaya akuisisi yang terus naik, mengoptimalkan nilai tiap transaksi sering lebih hemat daripada terus mengejar pengunjung baru.

Pertanyaan Umum

Apakah AOV sama dengan pendapatan per pengunjung?

Tidak. AOV dihitung per pesanan, sedangkan pendapatan per pengunjung membagi total pendapatan dengan jumlah pengunjung, termasuk yang tidak membeli.

Berapa AOV yang baik?

Tidak ada angka universal. AOV yang baik bergantung pada jenis produk dan margin. Yang penting adalah trennya naik seiring optimasi.

Bagikan