Digital Marketing
Boilerplate (Deskripsi Baku Perusahaan)
TL;DR: Boilerplate adalah paragraf pendek dan baku berisi deskripsi perusahaan atau personal brand, biasanya ditempatkan di akhir siaran pers atau media kit. Fungsinya memberi konteks singkat ke jurnalis atau partner yang baru pertama kali membaca materi Anda.
Apa itu Boilerplate?
Istilah ini dipinjam dari dunia percetakan lama, di mana boilerplate adalah lempengan logam berisi teks baku yang dicetak berulang tanpa diubah. Di dunia PR dan marketing, boilerplate berfungsi sama: potongan teks 3-5 kalimat yang menjelaskan siapa Anda, apa yang dikerjakan, dan pencapaian singkat, ditempel ulang di setiap materi komunikasi resmi tanpa perlu ditulis dari nol setiap kali.
Boilerplate berbeda dari boilerplate code dalam pengembangan software, yaitu kode template yang dipakai berulang di banyak proyek. Konteks di glosarium ini khusus membahas boilerplate dalam komunikasi dan PR.
Struktur Boilerplate yang Efektif
| Elemen | Contoh Isi |
|---|---|
| Identitas | Nama brand atau perusahaan dan bidang usaha |
| Pencapaian singkat | Jumlah klien, tahun berdiri, atau pencapaian relevan |
| Kontak | Tautan website atau email untuk informasi lebih lanjut |
Kenapa Penting?
Jurnalis dan partner media menerima puluhan materi PR setiap hari. Boilerplate yang jelas membantu mereka memutuskan cepat apakah brand Anda relevan untuk diliput, tanpa perlu riset tambahan. Boilerplate juga sebaiknya konsisten di semua materi, mulai dari siaran pers, media kit, sampai email pitch, supaya narasi brand tidak berubah-ubah antar dokumen, sejalan dengan disiplin yang sama dengan menjaga editorial calendar tetap konsisten.
Pertanyaan Umum
Berapa panjang ideal sebuah boilerplate?
Umumnya 50-100 kata atau 3-5 kalimat, cukup untuk memberi konteks tanpa membebani pembaca yang buru-buru.
Apakah boilerplate perlu diperbarui?
Ya, sebaiknya direview setiap ada perubahan signifikan seperti pencapaian baru, perubahan fokus bisnis, atau rebranding.