Digital Transformation

Break-Even Point (Titik Impas)

Vito Atmo
Vito Atmo·3 September 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Break-even point (titik impas) adalah titik ketika total pendapatan sama dengan total biaya yang dikeluarkan, tanda bisnis mulai menutup investasi awalnya. Setelah melewati titik ini, setiap penjualan tambahan baru mulai menyumbang laba bersih.

Apa itu Break-Even Point?

Titik impas dihitung dari biaya tetap dibagi margin kontribusi per unit (harga jual dikurangi biaya variabel per unit). Untuk bisnis berbasis website, biaya tetap biasanya mencakup hosting, langganan software, dan gaji tim, sementara margin kontribusi dihitung dari tiap transaksi yang masuk. Angka ini berbeda dari cash flow, yang melihat waktu uang cair, bukan apakah bisnis sudah menutup biaya.

Cara Menghitung Sederhana

Rumus dasarnya: Biaya Tetap dibagi (Harga Jual per Unit dikurangi Biaya Variabel per Unit). Contoh: biaya tetap bulanan Rp15 juta, harga jual produk Rp150 ribu, biaya variabel Rp90 ribu per unit, maka titik impas tercapai di 250 unit terjual per bulan.

Kenapa Penting Saat Investasi Digital?

Saat membantu Vetmo membangun sistem booking online, salah satu pertanyaan pertama yang dijawab bersama pemiliknya bukan "berapa lama sampai untung besar", tapi "berapa lama sampai investasi platform ini menutup biayanya sendiri". Menghitung titik impas lebih dulu membuat keputusan menambah fitur atau memperbesar anggaran iklan jadi lebih realistis, dibanding hanya mengejar target unit economics jangka panjang.

Pertanyaan Umum

Apakah break-even point sama dengan balik modal?

Mirip tapi tidak identik. Break-even point biasanya dihitung per periode (bulanan), sementara balik modal (payback period) menghitung total waktu sampai seluruh investasi awal tertutup.

Apa yang terjadi setelah melewati titik impas?

Setiap unit terjual di atas titik impas langsung menyumbang ke laba bersih, karena biaya tetap sudah tertutup sepenuhnya.

Bagikan