Digital Marketing

Card Sorting (Penyortiran Kartu)

Vito Atmo
Vito Atmo·14 Agustus 2026·1 kali dibaca·3 min baca

TL;DR: Card sorting adalah metode riset di mana peserta diminta mengelompokkan sekumpulan topik atau halaman menurut logika mereka sendiri, lalu memberi nama tiap kelompok. Hasilnya dipakai untuk menyusun struktur menu dan navigasi yang mengikuti cara berpikir pengguna, bukan cara berpikir internal perusahaan.

Apa itu Card Sorting?

Card sorting berangkat dari satu masalah yang sangat umum: struktur menu website biasanya mencerminkan struktur organisasi perusahaan, bukan cara calon pelanggan mencari sesuatu. Menu "Solusi", "Divisi", dan "Unit Bisnis" masuk akal bagi orang dalam, tapi membingungkan bagi pengunjung pertama.

Caranya sederhana. Tulis setiap topik atau halaman di satu kartu (fisik atau digital), lalu minta peserta mengelompokkannya. Ada dua varian utama: open card sorting, di mana peserta bebas membuat dan menamai kategori sendiri, dan closed card sorting, di mana kategori sudah ditentukan dan peserta hanya menempatkan kartu. Yang pertama cocok untuk membangun struktur baru, yang kedua untuk memvalidasi struktur yang sudah ada. Keluaran metode ini menjadi bahan mentah untuk arsitektur informasi.

Card Sorting vs Usability Testing

AspekCard SortingUsability Testing
Pertanyaan yang dijawabBagaimana orang mengelompokkan informasi?Bisakah orang menyelesaikan tugas?
Waktu idealSebelum desain dibuatSetelah ada prototipe atau website
Yang diujiStruktur dan labelAlur dan antarmuka
Kebutuhan pesertaUmumnya 15-20 orang per kelompok penggunaUmumnya 5-8 orang per putaran

Kedua metode saling melengkapi. Card sorting menentukan peta, usability testing memeriksa apakah orang bisa berjalan di atas peta itu.

Kenapa Penting?

Struktur navigasi yang salah menyebabkan pengunjung menyerah sebelum menemukan halaman yang justru paling ingin Anda tunjukkan. Untuk bisnis jasa di Indonesia, ini sering terjadi pada halaman layanan yang dinamai dengan istilah internal perusahaan. Card sorting relatif murah dan bisa dijalankan dengan alat sederhana, bahkan sticky notes, jauh sebelum satu baris kode ditulis.

Keterbatasannya perlu disadari: hasil card sorting sangat bergantung pada siapa pesertanya. Kalau yang disortir adalah kolega satu kantor, hasilnya akan mengulang bias internal yang ingin Anda hindari. Panduan pelaksanaan dan interpretasi hasil tersedia di artikel Nielsen Norman Group tentang card sorting.

Pertanyaan Umum

Berapa peserta yang dibutuhkan agar hasilnya andal?

Riset Nielsen Norman Group menyarankan sekitar 15 peserta per kelompok pengguna untuk mencapai korelasi hasil yang stabil. Angka ini bervariasi tergantung kompleksitas dan jumlah kartu.

Apakah card sorting bisa dilakukan online?

Bisa. Banyak tim menjalankannya secara jarak jauh dan tidak sinkron, yang membuat rekrutmen peserta lebih mudah dan hasilnya otomatis terekap.

Apakah hasil card sorting harus diikuti mentah-mentah?

Tidak. Hasilnya adalah masukan, bukan keputusan final. Pertimbangkan juga prioritas bisnis, kebutuhan SEO, dan batasan teknis sebelum menetapkan struktur akhir.

Bagikan