Digital Marketing
Consent Mode v2
Versi kedua Google Consent Mode yang menambahkan dua sinyal baru, ad_user_data dan ad_personalization, untuk pengukuran iklan yang patuh privasi.
TL;DR: Consent Mode v2 adalah pembaruan Google atas mekanisme persetujuan cookie yang menambahkan dua sinyal eksplisit, ad_user_data dan ad_personalization. Mulai berlaku Maret 2024 untuk advertiser EEA, kini menjadi praktik baik global termasuk untuk bisnis Indonesia yang ingin akurasi tracking tetap tinggi.
Apa itu Consent Mode v2?
Consent Mode v2 adalah evolusi dari Consent Mode versi pertama. Selain dua sinyal lama (analytics_storage, ad_storage), versi baru menambahkan ad_user_data (boleh atau tidak data dikirim ke Google untuk iklan) dan ad_personalization (boleh atau tidak data dipakai untuk personalisasi iklan).
Dalam praktik untuk klien e-commerce Indonesia, saya menerapkan Consent Mode v2 bukan karena kewajiban hukum lokal, tapi karena mode advanced-nya bisa memulihkan 30-70 persen data konversi yang hilang akibat user menolak cookie. Google memodelkan konversi yang tidak terlihat berdasarkan data agregat user yang setuju.
Dua Mode Implementasi
| Mode | Cara Kerja | Cocok Untuk |
|---|---|---|
| Basic | Tag tidak load sampai user setuju | Bisnis konservatif, taat hukum penuh |
| Advanced | Tag load tapi kirim sinyal anonim sebelum consent | Bisnis yang butuh akurasi konversi |
Mode Advanced lebih kompleks, tapi memberi data jauh lebih banyak. Mode Basic lebih aman secara hukum di yurisdiksi ketat.
Kenapa Penting?
Meski UU PDP Indonesia tidak mensyaratkan Consent Mode v2 secara spesifik, advertiser yang menjalankan Google Ads ke audiens internasional wajib patuh standar EEA. Selain itu, sinyal granular membantu enhanced conversion bekerja lebih akurat. Implementasi via Google Tag Manager dengan template Consentmanager atau Cookiebot yang sudah bersertifikat Google. Dokumentasi resmi tersedia di Google Tag Manager Help.
Pertanyaan Umum
Apakah wajib untuk bisnis Indonesia?
Tidak wajib secara hukum, tapi sangat disarankan jika menjalankan iklan Google ke audiens EEA atau ingin akurasi pengukuran lebih tinggi.
Apa risiko jika tidak pakai?
Untuk iklan ke EEA, Google bisa membatasi remarketing dan smart bidding. Untuk pasar lokal, dampaknya lebih kecil tapi data konversi tetap tidak optimal.
Istilah Terkait