Digital Marketing

Contribution Margin (Margin Kontribusi per Unit)

Vito Atmo
Vito Atmo·9 Mei 2026·0 kali dibaca·3 min baca

TL;DR: Contribution Margin adalah selisih antara harga jual dan biaya variabel per unit, yang menunjukkan berapa rupiah dari setiap penjualan tersisa untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan profit. Metrik ini lebih jujur dari sekadar gross margin karena memaksa brand memilah biaya yang benar-benar bergerak mengikuti volume.

Apa itu Contribution Margin?

Contribution Margin menjawab pertanyaan, "Berapa rupiah yang tersisa dari satu unit penjualan setelah dikurangi biaya yang ikut naik turun mengikuti volume?" Rumusnya adalah harga jual dikurangi biaya variabel per unit. Biaya variabel termasuk bahan baku, ongkir per pesanan, fee payment gateway, biaya pick-pack-ship, dan komisi marketplace.

Berbeda dari gross margin yang sering hanya mengurangi cost of goods sold, Contribution Margin memasukkan semua biaya yang menempel di tiap transaksi. Hal ini selaras dengan disiplin unit economics yang baik dan menjadi dasar perhitungan LTV terhadap CAC.

Cara Menghitung dan Menafsirkan

Tabel berikut membandingkan dua produk fiktif untuk brand DTC Indonesia:

Komponen per unitProduk AProduk B
Harga jualRp 250 ribuRp 150 ribu
Bahan baku dan kemasanRp 80 ribuRp 50 ribu
Ongkir subsidi dan packingRp 20 ribuRp 15 ribu
Fee marketplace dan paymentRp 25 ribuRp 15 ribu
Contribution MarginRp 125 ribu (50%)Rp 70 ribu (47%)

Produk A terlihat menang absolut, tetapi jika volume B tiga kali lebih tinggi dengan repeat rate yang sehat, kontribusi totalnya bisa lebih besar. Inilah kenapa Contribution Margin selalu dibaca bersama volume dan retensi, bukan sendirian.

Kenapa Penting untuk Brand Indonesia?

Beberapa pemilik UMKM yang saya dampingi awalnya memakai harga pokok yang hanya berisi bahan baku, sehingga merasa untung padahal setelah dikurangi biaya marketplace dan ongkir subsidi, marginnya tipis bahkan negatif. Disiplin menghitung Contribution Margin per SKU membantu mereka mematikan produk yang tidak menguntungkan, fokus ke produk dengan margin sehat, dan menetapkan budget iklan yang tidak melebihi kontribusi marginnya. Praktik ini juga membuat keputusan promo lebih rasional, misalnya diskon 20% baru aman jika Contribution Margin minimal 35%.

Pertanyaan Umum

Apa bedanya Contribution Margin dengan Gross Margin?

Gross Margin biasanya hanya mengurangi cost of goods sold dari revenue. Contribution Margin lebih ketat karena memasukkan seluruh biaya variabel, termasuk fee marketplace, payment gateway, dan ongkir subsidi.

Berapa Contribution Margin yang dianggap sehat?

Untuk DTC consumer Indonesia, kisaran 30 sampai 50% sering dianggap layak agar masih ada ruang untuk biaya marketing dan operasional tetap. Angka ini sangat bervariasi tergantung kategori dan model bisnis.

Bagikan