Digital Marketing

Conversion API (CAPI)

Conversion API adalah jalur server-to-server yang mengirim event konversi dari server bisnis langsung ke platform iklan tanpa bergantung pada cookie browser.

Vito Atmo
Vito Atmo·26 April 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Conversion API (CAPI) adalah pendekatan server-to-server untuk mengirim event konversi dari backend ke platform iklan seperti Meta, Google, dan TikTok. Tujuannya memulihkan akurasi data setelah pembatasan cookie browser, dan biasanya dipasang berdampingan dengan pixel sebagai backup.

Apa itu Conversion API?

Conversion API adalah endpoint resmi platform iklan yang menerima event konversi dari server pemilik website, bukan dari browser pengguna. Pendekatan ini menjadi standar baru karena pixel sisi browser semakin sering diblokir oleh ad blocker, mode privasi, dan kebijakan iOS. Implementasinya berdekatan dengan praktik server-side tracking dan pengelolaan first-party data.

Cara Kerja dan Manfaatnya

Saat pengguna melakukan konversi, server bisnis mengirim payload berisi event name, user data ter-hash (email, phone), dan parameter event. Platform iklan kemudian mencocokkannya dengan profil pengguna yang sudah ada untuk attribution dan optimisasi kampanye.

AspekPixel BrowserConversion API
Sumber dataBrowser penggunaServer bisnis
Dipengaruhi ad blockerYaTidak
Akurasi attributionMenurunLebih stabil
SetupPasang scriptEndpoint + hashing

Kenapa Penting?

Untuk pengiklan e-commerce dan SaaS Indonesia, deviasi konversi 20-40 persen antara dashboard iklan dan analitik internal lazim ditemui sejak iOS 14.5. CAPI menutup celah itu sehingga keputusan budget kampanye berdasarkan data yang lebih representatif. Implementasi juga menjadi prasyarat fitur lanjutan seperti Enhanced Conversions di Google Ads dan Advanced Matching di Meta.

Pertanyaan Umum

Apakah CAPI menggantikan pixel?

Tidak. Praktik terbaik adalah menjalankan keduanya secara redundant, lalu platform melakukan deduplikasi memakai event ID.

Apakah perlu engineer untuk pasang CAPI?

Untuk implementasi penuh, ya. Namun beberapa platform seperti Shopify dan WooCommerce menyediakan integrasi siap pakai yang bisa diaktifkan marketer tanpa coding berat.

Bagikan