Digital Marketing

Dofollow vs Nofollow Link

Dofollow adalah link yang meneruskan otoritas (link equity) ke halaman tujuan, sementara nofollow memberi sinyal ke mesin pencari untuk tidak mengikuti link tersebut.

Vito Atmo
Vito Atmo·22 April 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Dofollow link meneruskan otoritas dari satu halaman ke halaman lain, memengaruhi peringkat SEO. Nofollow link menggunakan atribut rel="nofollow" sehingga mesin pencari tidak meneruskan otoritas. Kedua jenis tetap penting untuk profil backlink yang natural.

Apa itu Dofollow dan Nofollow?

Dofollow adalah default setiap backlink tanpa atribut khusus. Mesin pencari mengikuti link ini dan meneruskan sinyal otoritas ke halaman tujuan, berkontribusi pada PageRank.

Nofollow adalah link dengan atribut rel="nofollow" pada tag HTML. Atribut ini diperkenalkan Google pada 2005 untuk melawan komentar spam di blog. Sejak 2019, Google memperlakukannya sebagai hint, bukan directive mutlak.

Atribut Modern yang Perlu Diketahui

AtributKapan Dipakai
rel="nofollow"Link yang tidak ingin Anda endorse
rel="sponsored"Link berbayar, iklan, afiliasi
rel="ugc"User-generated content (komentar, forum)
Tanpa atribut (dofollow)Link editorial natural

Kenapa Penting?

Profil backlink yang sehat tidak 100 persen dofollow. Rasio umum yang dianggap natural oleh tools SEO mainstream berkisar 70 sampai 90 persen dofollow dan sisanya nofollow/sponsored/ugc. Profil 100 persen dofollow justru bisa memicu sinyal manipulasi.

Untuk white hat SEO yang sustain, kombinasi link building editorial (dofollow natural) dan mention di media sosial atau forum (sering nofollow) adalah pola yang realistis.

Pertanyaan Umum

Apakah nofollow tidak berguna?

Nofollow tetap mendatangkan traffic referral dan memperkuat brand awareness. Secara SEO, Google juga masih bisa mempertimbangkan konteks link sebagai hint sejak 2019.

Inspect element di browser, cari tag <a> dan lihat atribut rel. Tools seperti Ahrefs atau Moz juga menampilkan status dofollow/nofollow di backlink profile.