Digital Transformation
Equity (Ekuitas Kepemilikan Startup)
TL;DR: Equity adalah persentase kepemilikan sebuah perusahaan yang dipegang founder, karyawan, atau investor, biasanya tercatat di cap table dan berubah setiap kali ada putaran pendanaan baru.
Apa itu Equity?
Equity berarti bagian kepemilikan. Kalau sebuah PT menerbitkan 1.000.000 lembar saham dan seseorang memegang 100.000 lembar, equity orang tersebut di perusahaan itu 10 persen. Di startup, equity sering dipakai sebagai alat kompensasi selain gaji, terutama untuk co-founder atau karyawan awal yang bergabung sebelum ada seed-funding masuk.
Kenapa Equity Penting Sebelum Fundraising?
Sebelum menerima dana dari angel-investor, founder perlu paham berapa persen equity yang akan dilepas dan bagaimana dampaknya ke valuation di putaran berikutnya. Semakin awal startup melepas equity dalam jumlah besar, semakin sempit ruang negosiasi di putaran pendanaan selanjutnya. Praktik umum di industri menyarankan founder menahan mayoritas kepemilikan gabungan hingga minimal Seri A, meski angka ini bervariasi tergantung sektor dan traksi bisnis.
Equity vs Saham
Equity adalah konsep persentase kepemilikan, saham adalah instrumen legal yang membuktikannya. Detail pembagian ini biasanya tercatat rapi di cap-table, termasuk jadwal vesting untuk mencegah co-founder keluar lebih awal tapi tetap membawa porsi penuh.
Pertanyaan Umum
Apakah karyawan biasa bisa dapat equity?
Bisa, biasanya lewat program opsi saham (ESOP) dengan jadwal vesting tertentu, umum dipakai startup tahap awal untuk menarik talent tanpa membebani cash flow.
Berapa persen equity yang wajar dilepas di putaran seed?
Umumnya berkisar 10-20 persen, meski ini sangat tergantung valuasi awal dan kesepakatan dengan investor.
Istilah Terkait