Digital Marketing

Interstitial

Vito Atmo
Vito Atmo·4 Juli 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Interstitial adalah elemen yang menutupi layar sebelum pengguna bisa melihat isi halaman, biasanya berupa iklan atau ajakan berlangganan. Interstitial yang mengganggu di perangkat mobile dapat merusak pengalaman dan menurunkan sinyal peringkat, sehingga penggunaannya perlu hati-hati.

Apa itu Interstitial?

Interstitial adalah lapisan konten yang muncul menutupi halaman, memaksa pengguna berinteraksi atau menutupnya sebelum melanjutkan. Bentuknya beragam: iklan layar penuh, permintaan izin notifikasi, atau formulir berlangganan. Karena menghalangi akses ke konten utama, interstitial berhubungan erat dengan Core Web Vitals dan penilaian pengalaman halaman oleh mesin pencari.

Kapan Interstitial Bermasalah?

Google secara resmi menilai negatif interstitial yang mengganggu di mobile, terutama yang menutupi konten utama tepat setelah pengguna datang dari hasil pencarian. Rujuk panduan resmi di Google Search Central untuk detailnya. Beberapa interstitial tetap dianggap wajar, seperti pemberitahuan hukum (cookie, verifikasi usia) yang memang diwajibkan.

Kenapa Penting?

Interstitial yang agresif kerap menaikkan bounce rate karena pengunjung menutup tab sebelum membaca. Dampaknya ganda: pengalaman buruk sekaligus risiko penurunan peringkat. Gunakan seperlunya, beri tombol tutup yang jelas, dan hindari menampilkannya di detik pertama kunjungan.

Pertanyaan Umum

Apakah semua interstitial buruk untuk SEO?

Tidak. Yang dinilai negatif adalah interstitial mengganggu yang menutupi konten di mobile. Pemberitahuan hukum yang wajib umumnya tidak dipermasalahkan.

Apa beda interstitial dan pop-up?

Interstitial biasanya menutupi seluruh layar dan menghentikan alur, sedangkan pop-up sering berukuran lebih kecil dan tidak selalu memblokir seluruh konten.

Bagikan