Digital Marketing
Looker Studio
TL;DR: Looker Studio (sebelumnya Google Data Studio) adalah tool gratis dari Google untuk membangun dashboard interaktif dengan menghubungkan langsung ke GA4, Search Console, BigQuery, Google Ads, dan ratusan konektor lain. Dipakai marketer untuk laporan klien, monitoring SEO, dan analisis funnel tanpa coding.
Apa itu Looker Studio?
Looker Studio adalah produk Google Cloud yang memungkinkan siapa saja membuat dashboard data secara drag-and-drop, lalu membagikannya seperti Google Docs. Konektor bawaan langsung menarik data dari Google Analytics 4, Search Console, Ads, dan Sheets, jadi marketer tidak perlu meng-export CSV manual setiap minggu.
Berbeda dari Looker yang berbayar (untuk enterprise), Looker Studio gratis dan cocok untuk UMKM hingga tim agency. Per April 2026, Google sudah menambahkan integrasi native ke BigQuery yang membuat query data besar jauh lebih cepat.
Fitur Utama
| Fitur | Kegunaan |
|---|---|
| Konektor native | GA4, Search Console, Ads, Sheets, BigQuery |
| Konektor partner | Meta Ads, TikTok, LinkedIn (via Supermetrics, dll) |
| Calculated field | Bikin metrik custom (CPL, ROAS, CTR weighted) |
| Sharing | Link share atau embed di Notion/website |
| Refresh otomatis | 12 jam (Free) atau 15 menit (BigQuery direct) |
Kenapa Penting?
Looker Studio menghilangkan friksi reporting. Dalam beberapa proyek klien, Vito Atmo memakai satu dashboard Looker Studio sebagai single source of truth untuk SEO + paid ads, supaya klien tidak menunggu Excel mingguan. Untuk marketer Indonesia, ini juga gratis dan tidak butuh server, jadi cocok untuk skala UMKM.
Pertanyaan Umum
Looker Studio sama dengan Google Data Studio?
Ya. Google rebrand Data Studio jadi Looker Studio di Oktober 2022 setelah akuisisi Looker.
Apakah benar-benar gratis?
Ya, untuk versi standar. Yang berbayar adalah Looker Studio Pro (Workspace untuk tim besar) dan beberapa konektor partner pihak ketiga.