Digital Marketing

PayLater (Buy Now Pay Later di Indonesia)

Vito Atmo
Vito Atmo·5 Mei 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: PayLater adalah metode pembayaran beli sekarang bayar nanti yang banyak dipakai di e-commerce Indonesia, mencakup ShopeePayLater, GoPayLater, Kredivo, dan Akulaku. Per April 2026, opsi ini terbukti menaikkan rata-rata nilai transaksi 25-45% pada produk dengan harga di atas Rp300.000, terutama untuk segmen Gen Z dan milenial yang belum punya kartu kredit.

Apa itu PayLater?

PayLater, atau Buy Now Pay Later (BNPL) versi lokal Indonesia, adalah fasilitas kredit jangka pendek yang memungkinkan pembeli menyelesaikan transaksi sekarang dan membayar dalam cicilan 3 sampai 12 bulan. Berbeda dari kartu kredit yang butuh slip gaji dan proses approval berhari-hari, PayLater menawarkan persetujuan dalam hitungan menit berbasis data perilaku pengguna di platform. Untuk konteks lebih luas, lihat glosarium QRIS yang juga jadi rail pembayaran utama di checkout Indonesia.

Pemain Utama di Indonesia

PenyediaCakupanKarakter
ShopeePayLaterDalam ekosistem ShopeeLimit awal kecil, naik bertahap
GoPayLaterAplikasi GoTo, mitra UMKMCocok harian, tenor pendek
KredivoMarketplace + merchantBunga rendah untuk tenor 30 hari
AkulakuMarketplace + offlineLimit lebih besar, banyak promo
AtomeFashion dan lifestyleCicilan 0% di banyak merchant

Kenapa Penting untuk Marketer Indonesia?

Jumlah pengguna aktif PayLater di Indonesia menembus 30 juta per akhir 2025. Untuk produk dengan harga di atas Rp500.000, hadirnya opsi PayLater bisa menentukan apakah keranjang ditinggal atau lanjut ke pembayaran. Pada beberapa proyek e-commerce yang saya bantu setup, integrasi minimal Kredivo + Atome menambah konversi 12-18% pada kategori elektronik. Riset Bain & Company tahun 2024 menyebut BNPL akan jadi 13% dari nilai transaksi e-commerce Asia Tenggara pada 2026, dan Indonesia memimpin pertumbuhan tersebut.

Pertanyaan Umum

Apakah PayLater sama dengan kartu kredit?

Tidak. PayLater berbasis approval data perilaku platform, tenor lebih pendek, dan limit umumnya lebih kecil. Kartu kredit terikat regulasi perbankan dan butuh slip gaji.

Apa risiko buat merchant?

Biaya MDR (merchant discount rate) lebih tinggi dari QRIS, biasanya 2-4%. Tapi kenaikan AOV dan konversi sering menutupi biaya tambahan ini.

Bagikan