Digital Transformation

Rich Results Test

Vito Atmo
Vito Atmo·25 Juli 2026·16 kali dibaca·4 min baca

TL;DR: Rich Results Test adalah tool gratis Google di search.google.com/test/rich-results untuk memvalidasi structured data sebuah URL atau potongan HTML. Tool ini melaporkan error, warning, dan rich result yang berpotensi muncul. Yang berubah di 2026: sejak Juni 2026 tool ini tidak lagi mengecek FAQPage, karena Google mencabut FAQ rich result sepenuhnya.

Apa itu Rich Results Test?

Rich Results Test adalah aplikasi web gratis Google di search.google.com/test/rich-results. Anda memasukkan URL publik atau potongan HTML, tool mem-parsing JSON-LD, Microdata, dan RDFa di dalamnya, lalu melaporkan tiga hal: item rich result yang valid, warning yang sebaiknya diperbaiki, dan error yang membuat markup ditolak.

Tool ini menggantikan Structured Data Testing Tool lama. Untuk pemeriksaan kepatuhan sintaks murni ke spesifikasi schema.org, Schema Markup Validator tetap punya tempatnya.

Cara Memakainya

  1. Buka search.google.com/test/rich-results.
  2. Pilih tab URL untuk halaman yang sudah live, atau Code untuk menempel HTML yang belum dipublikasikan.
  3. Pilih agen perayap, Googlebot smartphone atau desktop. Untuk situs Indonesia, mobile hampir selalu yang paling relevan.
  4. Jalankan tes, lalu buka bagian View tested page untuk melihat HTML yang benar-benar dirender, bukan yang Anda kira terkirim.
  5. Perbaiki error lebih dulu, warning belakangan. Error membatalkan seluruh item, warning tidak.

Langkah keempat yang paling sering dilewati orang. Kalau markup Anda disuntik lewat JavaScript, di situlah Anda tahu apakah Googlebot benar-benar melihatnya.

Yang Dicek dan Tidak Dicek

DicekTidak dicek
Rich result yang didukung Google, seperti Article, Product, Recipe, Event, BreadcrumbMarkup di luar daftar dukungan Google
Error parsing JSON-LDKecocokan isi markup dengan isi halaman yang terlihat
Properti wajib yang hilangApakah halaman benar-benar akan tayang sebagai rich result
Hasil render mobile dan desktopPenalti manual atau isu spam

Perlu ditekankan: lulus Rich Results Test bukan jaminan halaman akan tampil rich result. Tool ini hanya memastikan markup-nya valid secara teknis. Keputusan menampilkan tetap milik Google, berdasarkan kualitas halaman dan kebutuhan pengguna.

Yang Berubah di Juni 2026

Kalau Anda pernah menguji halaman FAQ di tool ini dan sekarang FAQPage tidak muncul lagi di hasil, markup Anda kemungkinan besar tidak rusak. Google mencabut dukungannya.

Menurut dokumentasi resmi, FAQ rich result berhenti tampil di pencarian sejak 7 Mei 2026, lalu laporan FAQ di Search Console dan dukungan FAQ di Rich Results Test dihapus pada Juni 2026. Dukungan di Search Console API menyusul pada Agustus 2026.

Artinya untuk QA sehari-hari: hilangnya FAQPage dari hasil tes bukan bug dan tidak perlu diperbaiki. Detail lengkapnya ada di halaman Rich Results.

Alur QA Markup yang Saya Pakai

Untuk tim yang menjalankan schema coverage menyeluruh, tool ini adalah gerbang mutu. Urutan yang saya pakai di setiap proyek yang menyentuh markup baru:

  1. Validasi di tab Code sebelum deploy. Menemukan error di staging jauh lebih murah daripada di produksi.
  2. Validasi ulang di tab URL setelah deploy. Yang lolos di potongan kode bisa gagal setelah dirender template.
  3. Cek dengan URL Inspection di Search Console. Ini yang menunjukkan status indeks sebenarnya, bukan sekadar validitas markup.
  4. Pantau laporan Enhancements dua minggu kemudian. Rich result butuh waktu perayapan ulang, jadi menyimpulkan gagal di hari ketiga itu terlalu cepat.

Kesalahan yang paling sering saya temukan bukan sintaks JSON yang salah, tapi properti wajib yang kosong karena template mengambil field yang tidak terisi di CMS. Satu produk tanpa harga membuat seluruh item Product ditolak, dan itu tidak terlihat sampai ada yang mengetes.

Pertanyaan Umum

Apa beda Rich Results Test dengan Schema Markup Validator?

Rich Results Test menilai dari sudut pandang Google, yaitu apakah markup memenuhi syarat tayang sebagai rich result Google. Schema Markup Validator di schema.org hanya memeriksa kepatuhan sintaks ke spesifikasi, tanpa berpendapat soal Google. Saat mengembangkan markup baru, pakai keduanya.

Apakah hasilnya sama dengan yang dilihat Googlebot?

Mendekati. Tool ini merender halaman dengan headless Chrome yang mirip Googlebot, jadi cocok untuk memverifikasi markup yang disuntik lewat JavaScript. Untuk kepastian status indeks, kombinasikan dengan URL Inspection di Google Search Console.

Kenapa FAQPage saya tidak terdeteksi lagi?

Karena Google menghapus dukungan FAQ dari tool ini pada Juni 2026, bukan karena markup Anda salah. FAQ rich result sendiri sudah berhenti tampil sejak 7 Mei 2026.

Apakah tool ini bisa mengetes halaman yang butuh login?

Tidak. Rich Results Test hanya bisa mengakses URL publik. Untuk halaman di balik autentikasi, pakai tab Code dengan menempel HTML yang sudah dirender.

Bagikan