Digital Marketing
Session Replay
Session Replay adalah teknologi yang merekam interaksi pengguna di sebuah halaman web (klik, scroll, gerak kursor) lalu memutar ulangnya seperti video, untuk menemukan friksi UX yang tidak terlihat di metrik agregat.
TL;DR: Session Replay adalah perekaman interaksi pengguna di website (klik, scroll, gerak kursor, input form) yang bisa diputar ulang seperti video. Tools populer: Hotjar, Microsoft Clarity, FullStory. Per April 2026, Session Replay menjadi pelengkap wajib analytics agregat karena Google Analytics 4 tidak menjawab pertanyaan "kenapa user tidak konversi".
Apa itu Session Replay?
Session Replay merekam DOM dan event browser pengguna, lalu merekonstruksi sesi sebagai pemutaran video. Berbeda dengan heatmap yang menampilkan agregat klik di satu halaman, Session Replay menampilkan perjalanan satu pengguna lintas halaman. Kombinasi dengan Real User Monitoring memberi gambaran lengkap pengalaman aktual.
Cara Kerja
| Tahap | Mekanisme |
|---|---|
| Capture | Script JavaScript menangkap event DOM dan input |
| Compress | Data dikirim ke server vendor secara batch |
| Replay | Vendor merekonstruksi sesi dari rekaman event, bukan video native |
| Privacy | Field sensitif (password, kartu kredit) di-mask otomatis |
Kenapa Penting?
Bagi marketer dan UX di Indonesia, Session Replay menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab funnel: "kenapa pengguna berhenti di langkah 3?". Dalam beberapa proyek e-commerce yang saya kerjakan, satu sesi replay sering mengungkap bug input ponsel atau popup kupon yang menutupi tombol checkout, jauh lebih cepat daripada wawancara user.
Pertanyaan Umum
Apakah Session Replay melanggar UU PDP?
Tidak, jika data sensitif di-mask dan pengguna diberi notice consent yang jelas. Pastikan vendor menyimpan data di lokasi yang sesuai kebijakan data residency Anda.
Bedanya dengan heatmap?
Heatmap menggabungkan banyak sesi pada satu halaman. Session Replay menunjukkan perjalanan satu pengguna lintas halaman secara berurutan.