Digital Marketing

Share of Model

Vito Atmo
Vito Atmo·10 Juni 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Share of model adalah ukuran seberapa sering sebuah merek muncul, disebut, atau dikutip dalam jawaban yang dihasilkan model AI untuk pertanyaan di kategorinya. Konsep ini menjadi padanan share of voice di era AI Search, dan menjadi metrik baru untuk menilai visibilitas merek di luar mesin pencari tradisional.

Apa itu Share of Model?

Share of model mengukur porsi kehadiran merek di dalam jawaban AI generatif relatif terhadap pesaing. Jika share of voice mengukur dominasi merek di media dan iklan, share of model mengukur dominasi merek di "ingatan" dan rujukan model bahasa. Misalnya, saat pengguna bertanya "tools email marketing terbaik untuk UMKM", merek yang disebut model AI di jawaban itulah yang punya share of model tinggi. Metrik ini erat kaitannya dengan AEO dan GEO sebagai disiplin optimasinya.

Cara Mengukurnya

Belum ada metrik tunggal yang baku, tapi pendekatan praktis biasanya mencakup:

  • Menanyakan serangkaian prompt relevan ke beberapa model lalu mencatat frekuensi penyebutan merek.
  • Menghitung porsi penyebutan merek dibanding total merek yang muncul.
  • Memantau apakah merek dikutip sebagai sumber, bukan sekadar disebut.

Dari pengamatan saya membangun konten untuk beberapa klien, merek dengan otoritas topikal kuat dan halaman terstruktur cenderung lebih sering dikutip model AI.

Kenapa Penting?

Saat sebagian pencarian bergeser ke jawaban AI, muncul atau tidaknya merek di jawaban itu menentukan apakah ia masih ditemukan calon pelanggan. Bagi bisnis Indonesia, ini peluang awal: kategori yang masih jarang digarap untuk AI Search lebih mudah direbut. Latar konsepnya bisa dibaca di riset visibilitas merek dari Nielsen Norman Group.

Pertanyaan Umum

Apa beda share of model dengan share of voice?

Share of voice mengukur kehadiran merek di media dan iklan. Share of model mengukur kehadiran merek di jawaban model AI.

Bagaimana cara menaikkan share of model?

Bangun konten berstruktur jelas, perkuat otoritas topikal, dan pastikan informasi merek konsisten serta dapat dikutip.

Bagikan