Digital Transformation
SSG (Static Site Generation)
SSG adalah teknik rendering yang menghasilkan file HTML statis saat build time, sehingga halaman dapat disajikan secepat mungkin lewat CDN.
TL;DR: SSG (Static Site Generation) adalah metode rendering yang menghasilkan seluruh halaman HTML saat proses build, bukan saat pengguna datang. Hasilnya berupa file statis yang disajikan lewat CDN dengan Time to First Byte yang sangat rendah.
Apa itu SSG?
SSG atau Static Site Generation adalah proses membangun halaman web menjadi file HTML, CSS, dan JavaScript statis pada saat build, sebelum website di-deploy. Framework seperti Next.js, Astro, dan Hugo memakai pendekatan ini untuk konten yang jarang berubah. Karena file sudah jadi, server tidak perlu melakukan komputasi per request, cukup mengirim file dari CDN (Content Delivery Network) terdekat.
Analogi sederhana, SSG seperti mencetak buku menu restoran sekali, lalu menyerahkannya ke semua pelanggan. Lawannya adalah SSR (Server-Side Rendering) yang memasak ulang menu setiap ada pesanan.
Cara Kerja SSG
| Tahap | Aktivitas |
|---|---|
| Build | Framework menarik data dari API/CMS, me-render setiap halaman menjadi HTML |
| Deploy | File HTML, CSS, JS diunggah ke CDN |
| Request | CDN menyajikan file ke pengunjung tanpa melibatkan server aplikasi |
Rumus kasar waktu build total jika halaman dihasilkan berurutan, $T_{build} = N \times t_{page} + t_{overhead}$, dengan $N$ jumlah halaman dan $t_{page}$ waktu render per halaman. Untuk 10.000 halaman dengan $t_{page} = 0.2$ detik, build minimal sekitar 33 menit.
Kenapa Penting?
SSG memberikan tiga keuntungan utama untuk website bisnis di Indonesia, kecepatan halaman (baik untuk Core Web Vitals), biaya hosting yang lebih rendah karena tidak perlu server berjalan terus, dan keamanan yang lebih baik karena permukaan serangan jauh lebih kecil. Cocok untuk landing page, blog, dokumentasi, dan halaman Programmatic SEO yang jumlah halamannya banyak tetapi datanya tidak sering berubah.
Keterbatasan SSG terasa ketika data perlu selalu fresh (harga saham, stok real-time) atau saat jumlah halaman sangat besar sehingga waktu build menjadi bottleneck. Solusinya biasanya adalah ISR (Incremental Static Regeneration) atau kombinasi dengan SSR.
Pertanyaan Umum
Apakah SSG lebih cepat dari SSR?
Untuk TTFB (Time to First Byte), SSG biasanya lebih cepat karena file langsung disajikan CDN tanpa komputasi. Namun, SSR lebih tepat ketika data harus selalu baru per request.
Kapan sebaiknya tidak memakai SSG?
Saat konten harus personal per user (dashboard, profil login), atau saat data berubah setiap detik. Gunakan SSR atau Client-Side Rendering untuk kasus tersebut.
Istilah Terkait