Digital Transformation
TTFB (Time to First Byte)
TTFB adalah waktu antara permintaan browser dan byte pertama respons server. Metrik ini indikator utama kesehatan hosting, CDN, dan backend di balik sebuah website.
TL;DR: Time to First Byte (TTFB) mengukur durasi dari saat browser mengirim request sampai menerima byte pertama dari server. Target baik adalah $\leq 800$ ms, dan angka ini sering jadi akar penyebab LCP yang buruk ketika hosting atau API backend lambat.
Apa itu TTFB?
TTFB adalah metrik tahap awal dalam siklus loading halaman. Secara formal:
$$\text{TTFB} = t_{\text{first_response_byte}} - t_{\text{request_start}}$$
Angka ini mencakup DNS lookup, TCP handshake, TLS negotiation, waktu server memproses request, dan latensi jaringan. Baca kaitannya di page speed.
Penyebab TTFB Tinggi
| Penyebab | Kontribusi khas |
|---|---|
| Hosting jauh dari pengguna | $+300$–$800$ ms |
| Tanpa CDN | $+200$–$500$ ms |
| Query database lambat | $+100$–$2.000$ ms |
| Server-side rendering berat | $+200$–$600$ ms |
Kenapa Penting?
TTFB bukan bagian resmi Core Web Vitals, tapi TTFB buruk hampir selalu membuat LCP buruk. Untuk konteks Indonesia dengan banyak pengunjung dari Jakarta dan kota sekunder, memakai CDN dengan POP Singapura atau Jakarta seringkali memangkas TTFB $30$–$60%$.
Pertanyaan Umum
Berapa TTFB yang dianggap baik?
Google merekomendasikan $\leq 800$ ms, ideal $\leq 200$ ms. Angka di atas $1{,}8$ detik dianggap buruk.
Apakah static site otomatis punya TTFB rendah?
Biasanya iya, terutama jika di-serve via CDN edge seperti Vercel atau Cloudflare. Tapi tetap tergantung lokasi edge terdekat.