Digital Transformation

Time to First Byte (TTFB)

Time to First Byte adalah waktu yang dibutuhkan browser untuk menerima byte pertama respons dari server setelah permintaan dikirim, dipakai sebagai indikator kecepatan backend dan jaringan.

Vito Atmo
Vito Atmo·26 April 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Time to First Byte (TTFB) adalah selisih waktu antara saat browser mengirim permintaan dan saat byte pertama respons diterima. TTFB di bawah 200 ms tergolong baik, di atas 800 ms umumnya jadi sinyal masalah di server, database, atau jaringan.

Apa itu Time to First Byte?

Time to First Byte mengukur seberapa cepat server merespons permintaan pertama dari browser. Bayangkan TTFB seperti waktu yang dihabiskan kasir untuk memproses pesanan sebelum pelanggan mulai menerima makanan. Jika kasirnya lambat, seluruh antrean ikut tertunda, sebagus apa pun dapurnya.

TTFB terdiri dari tiga komponen utama: waktu lookup DNS, waktu negosiasi koneksi (TCP dan TLS), dan waktu pemrosesan di server. Karena TTFB terjadi sebelum Largest Contentful Paint, nilainya menentukan plafon kecepatan halaman secara keseluruhan.

Komponen dan Tolok Ukur

KomponenPenyebab umum lambatTolok ukur sehat
DNS lookupDNS provider lambat, TTL rendahDi bawah 50 ms
TCP + TLS handshakeServer jauh, sertifikat besarDi bawah 100 ms
Server processingQuery DB lambat, kode tidak ter-cacheDi bawah 200 ms
Total TTFBAkumulasi semua di atasDi bawah 800 ms

Kenapa Penting?

TTFB berdampak langsung pada Core Web Vitals dan persepsi kecepatan. Untuk website bisnis Indonesia yang sering melayani pengguna mobile dengan jaringan tidak stabil, TTFB tinggi akan memperburuk LCP dan menaikkan bounce rate. Hosting di luar Indonesia tanpa CDN dan cache sering jadi penyebab utama TTFB melonjak di atas 1 detik.

Pertanyaan Umum

Berapa TTFB ideal untuk website bisnis?

Di bawah 800 ms untuk pengguna real, idealnya di bawah 200 ms. Google menyarankan target di bawah 800 ms sebagai ambang "Good".

Apa yang paling cepat menurunkan TTFB?

Tiga langkah dengan dampak terbesar: aktifkan caching di edge (CDN), tambahkan database index untuk query yang sering dipakai, dan pindahkan origin server ke region yang lebih dekat dengan mayoritas pengguna.

Bagikan