Digital Transformation

Time to First Byte (TTFB)

Vito Atmo
Vito Atmo·22 Juni 2026·0 kali dibaca·2 min baca

TL;DR: Time to First Byte (TTFB) adalah jeda antara browser mengirim permintaan dan menerima byte pertama balasan server. TTFB yang baik umumnya di bawah 0,8 detik. Angka ini menjadi fondasi metrik lain karena render tidak bisa dimulai sebelum byte pertama tiba.

Apa itu Time to First Byte (TTFB)?

Time to First Byte mengukur seberapa cepat server mulai menjawab. Ia mencakup waktu lookup DNS, pembentukan koneksi, pemrosesan di server, sampai byte pertama dikirim balik. TTFB bukan bagian resmi Core Web Vitals, tetapi sangat berkorelasi dengan optimasi LCP karena render hanya bisa mulai setelah byte pertama diterima. Analoginya seperti waktu tunggu sebelum pelayan datang ke meja: makin lama menunggu, makin lambat seluruh proses makan.

Penyebab TTFB Lambat

PenyebabPenjelasan
Server lambat atau jauhPemrosesan backend berat atau lokasi server jauh dari pengguna
Tanpa cachingSetiap permintaan diproses ulang dari nol
Render dinamis penuhHalaman dibangun ulang tiap request alih-alih pakai SSG
Database lambatQuery yang tidak teroptimasi menahan respons

Kenapa Penting?

TTFB tinggi memperlambat semua metrik di belakangnya. Untuk situs bisnis Indonesia, memakai CDN dan strategi rendering statis seperti Streaming SSR atau pra-render dapat menekan TTFB secara signifikan. Dalam pengalaman mengoptimasi situs berbasis Next.js, memindahkan halaman ke generasi statis menurunkan TTFB dari ratusan milidetik ke puluhan milidetik. Standar pengukuran dijelaskan di dokumentasi web.dev tentang TTFB.

Pertanyaan Umum

Berapa TTFB yang dianggap baik?

Google menyarankan TTFB di bawah 0,8 detik untuk sebagian besar pengguna. Di atas 1,8 detik tergolong perlu perbaikan.

Apakah TTFB sama dengan kecepatan loading halaman?

Tidak. TTFB hanya mengukur respons awal server. Kecepatan loading penuh mencakup pemuatan dan render seluruh resource setelah byte pertama tiba.

Bagikan